Nggak Gampang Menggerakkan Warga Kampung Bisa Bikin Taman Obat dan Sayuran

Sekarang saat panen jahe, kami buat minuman kemasan, kami olah alami. Selain jahe juga ada temulawak, beras kencur

Penulis: Bare Kingkin Kinamu | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/BARE KINGKIN
Sekarang saat panen jahe, buat minuman kemasan, diolah alami. Selain jahe juga ada temulawak, beras kencur, dan kunyit putih 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berbagai tanaman hias dan sayuran mendominasi Kampung Agro Krapyak.

Ada jahe, mangga, lombok, daun seledri, kencur, dan lainnya.

Para warga Krapyak yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mekar Makmur memanfaatkan hasil dari tanaman tersebut untuk membuat aneka minuman yang aman dikonsumsi.

"Sekarang saat panen jahe, kami buat minuman kemasan, kami olah alami. Selain jahe juga ada temulawak, beras kencur, dan kunyit putih," tutur Ketua Kampung Agro Krapyak, Sutanto (65) kepada Tribunjateng.com, Senin (8/10/2018).

Berbagai hasil dari tanaman tersebut diolah menjadi bahan minuman. Untuk saat ini pemasarannya melalui media sosial dan getok tular.

"Jahe ini kami buat untuk takaran 100 gram dan 350 gram," imbuh penjelasan Sutanto.
Selain sebagai ketua Kampung Agro Krapyak, Sutanto aktif di kegiatan sosial lain. Lelaki pensiunan dari BUMN ini juga menjadi Ketua Warga Peduli Aids (WPA) dan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan di Kelurahan Krapyak, Semarang Barat.

"Ya saya diamanahi untuk mengoordinir ini, semoga bisa menjadi lebih baik untuk masa depan para warga," jelas Sutanto.

Selain itu hasil produk dari Kampung Agro ini juga dipasarkan melalui Galeri Ceria yang ada di Jalan Watugunung IV Krapyak.

Setiap hari, Galeri ini buka mulai pukul 08.00 WIB - 13.00 WIB.

Harga jahe instan bubuk 100 gram di sini dibandrol Rp 6.000/ bungkus. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved