Kasus Narkoba

BNNK Banyumas Rehabilitasi 92 Penyalahguna Narkoba, Banyak yang Pelajar

Kepala BNNK Banyumas Agus Untoro Ak menyebutkan, tahun ini, terdapat 92 orang yang direhabilitasi karena penyalahgunaan narkoba.

BNNK Banyumas Rehabilitasi 92 Penyalahguna Narkoba, Banyak yang Pelajar
tribunjateng/khoirul muzaki/ist
TP PKK Kabupaten Banyumas menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyumas tentang P4GN, Rabu (10/10) di Pendopo Sipanji. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Kasus penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Banyumas cukup menghawatirkan. Kepala BNNK Banyumas Agus Untoro Ak menyebutkan, tahun ini, terdapat 92 orang yang direhabilitasi karena penyalahgunaan narkoba.

Mirisnya, 64 persen diantaranya merupakan anak muda usia 15-20 tahun, yang rata-rata berstatus sebagai pelajar.

Dominansi kalangan remaja atau pelajar pada kasus penyalahgunaan narkoba ini tentunya melahirkan keprihatinan bersama. Karena itu, BNNK berupaya melakukan berbagai upaya pencegahan untuk menekan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Termasuk bersinergi dengan berbagai instansi untuk menyukseskan program itu.

Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Banyumas di antara instansi yang siap membantu program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Untuk itu, TP PKK Kabupaten Banyumas menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyumas tentang P4GN, Rabu (10/10) di Pendopo Sipanji.

“Anak-anak mengaku mendapat narkoba dari teman. Maka dari itu, diharapkan orang tua khususnya para ibu, bisa lebih memperhatikan dan menghindarkan anaknya dari narkoba,” katanya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas Erna Sulistyowati Achmad Husein mengatakan, usai penandatanganan nota kesepahaman ini pihaknya, akan segera membentuk Tim untuk melaksanakan beberapa kegiatan pencegahan narkoba. Di antaranya melalui kegiatan sosialisasi.

Pihaknya menyadari jumlah petugas BNNK terbatas, sementara tanggung jawab yang diemban begitu berat.

"Jadi kita harus jadi kader yang bisa menjelaskan apa sih narkoba, harus bagaimana mencegahnya, agar mereka paham dan bisa mendampingi putra putrinya supaya tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Untuk itu, Bupati Achmad Husein pun meminta BNNK mentransfer pengetahuan kepada Kader TP PKK, agar bisa menjadi penyuluh penyalahgunaan narkoba.

"Ketua Tim Penggerak PKK harus paham tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, sehingga dapat mengajak warganya terbebas dari bahaya penyalahgunaan narkoba," katanya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved