Breaking News:

Bupati Kudus Janji Desak Pemerintah Pusat agar Tenaga Honorer K2 Diangkat Jadi CPNS

Bupati Kudus Muhammad Tamzil berjanji akan terus mendesak pemerintah pusat terkait penerimaan tenaga honorer K2

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Rifqi Gozali
Pertemuan perwakilan honorer K2 dengan Bupati Kudus Tamzil di ruang tamu kompleks Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu (10/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Bupati Kudus Muhammad Tamzil berjanji akan terus mendesak pemerintah pusat terkait penerimaan tenaga honorer K2 agar diangkat menjadi CPNS.

Hal itu disampaikan orang nomor satu di Kudus saat menerima perwakilan dari tenaga honorer K2 di ruang tamu kompleks Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu (10/10/2018).

Sebelumnya puluhan tenaga honorer K2 menggelar aksi unjuk rasa di depan pendopo. Sampai pada akhirnya perwakilan dari peserta mendapat kesempatan oleh Tamzil untuk meluapkan apa yang menjadi tuntutan mereka.

Di dalam ruang tamu belakang Pendopo, perwakilan sepuluh tenaga honorer K2 meluapkan tuntutan agar semua honorer di Kudus diangkat CPNS tanpa syarat. Dalam kesempatan itu, Tamzil didampingi oleh Sekda Kudus Sam'ani Intakoris dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah.

Seusai mendengarkan tuntutan, Tamzil lantas menjawab apa yang menjadi keluhan K2.

Menurut Tamzil, sebelumnya Pemkab Kudus juga telah melayangkan surat ke Kementerian Pendayaguanaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Surat yang berisi tersebut berisi tentang permohonan agar tenaga honorer di Kudus diangkat sebagai CPNS.

"Kami akan mendesak pemerintah pusat, karena aturan administrasi ini ada di pemerintah pusat," kata Tamzil.

Tamzil mengatakan, honorer K2 yang ada di Kudus yang jumlahnya sebabyak 225 orang itu sudah selayaknya untuk diangkat CPNS. Sebagai orang yang menahkodai roda pemerintahan, Tamzil mengaku sudah banyak yang telah ditorehkan oleh honorer K2 terhadap Kabupaten Kudus.

"Saya sebagai pemerintah telah merasakan pengabdian yang cukup lama itu," tandas Tamzil.

Oleh karenanya, Tamzil dalam waktu dekat akan bertandang ke Jakarta demi meminta kejelasan terkait surat yang sebelumnya telah dilayangkan.

Maka, dia meminta agar honorer K2 untuk tetap tenang sembari menunggu mujur atau malangnya nasib mereka.

"Tenang dulu, saya akan perjuangkan," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved