Honor Ratusan Guru Honorer di Kabupaten Pekalongan Andalkan Dana BOS

Ratusan guru honorer berkumpul di Pendopo Kabupaten Pekalongan dalam acara dialog bersama Bupati Pekalongan

Honor Ratusan Guru Honorer di Kabupaten Pekalongan Andalkan Dana BOS
tribunjateng/budi susanto
DIALOG - Ratusan guru honorer padati Pendopo Kabupaten Pekalongan untuk mengikuti dialog bersama Bupati Pekalongan dan doa bersama, Rabu (10/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Ratusan guru honorer berkumpul di Pendopo Kabupaten Pekalongan dalam acara dialog bersama Bupati Pekalongan dan doa bersama, Rabu (10/10/2018).

Dalam dialog, banyak aspirasi yang disampaikan oleh tenaga pengajar honorer yang mangabdi di sekolah yang ada di Kabupaten Pekalongan.

Baik tentang peningkatan upah, ataupun masalah pengangkatan menjadi guru yang diakui statusnya oleh negara atau PNS disuarakan langsung oleh para guru honorer.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi yang mendengar dan memimpin langsung dialog bersama para tenaga pengajar honorer tersebut, menjanjikan akan ada peningkatan honor bagi para tenaga pengajar honorer.

"Di Kabupaten Pekalongan ada 2.331 guru honorer, dari total tersebut, sebanyak 1.914 guru honorer menerima bantuan Rp 500 ribu perbulanya yang telah dianggarkan sejak 2017 lalu," ujarnya.

Pihaknya menambahkan, telah menggelontorkan Rp 10,3 miliar tahun lalu untuk para guru honorer, dan berusaha meningkatkan anggaran khusus untuk guru honorer.

“Sejak jaman Singosari, pemberian dari pemerintah untuk guru honorer baru muncul 2017 lalu, ini sangat memprihatikan. Saya pastikan anggaran tidak akan turun dan wajib naik,” tuturnya.

Asip menambahkan, selain 1914 yang sudah mendapatkan Rp 500 ribu perbulan, 417 guru honorer lainya masih mengandalkan kemampuan dari sekolah masing-masing.

"Untuk 417 guru honorer diluar yang mendapatkan Rp 500 ribu, masih mengandalkan dana BOS , di mana 15 persen diambil untuk gaji para guru honorer," terangnya.

Pihaknya mengaku, adanya keterbatasan anggaran, dan baru bisa menggelontorkan Rp 10,3 miliar pertahun untuk membantu guru honorer.

"Memang belum bisa maksimal karena ada keterbatasan anggaran, dari total 2331 guru honorrer, baru 1914 yang mendapatkan bantuan setiap bulannya. Sedangkan 417 lainya baru mengabdi dibatasi waktu pengabdian dan lamanya pengabdiannya, namun akan kami usahakan ada peningkatan tahun ini," imbuhnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved