Indonesia Vs Myanmar : Menanti Debut Vizcarra

Esteban Gabriel Vizcarra akhirnya mewujudkan mimpinya membela Timnas Indonesia. Penyerang sayap berdarah Argentina itu

Indonesia Vs Myanmar : Menanti Debut Vizcarra
ISTIMEWA
Gelandang Sriwijaya FC, Esteban Vizcarra, merayakan gol yang ia cetak ke gawang PSMS Medan dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Presiden 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (17/2/2018). 

TRIBUNJATENG.COM Esteban Gabriel Vizcarra akhirnya mewujudkan mimpinya membela Timnas Indonesia. Penyerang sayap berdarah Argentina itu dipanggil oleh pelatih Bima Sakti untuk kepentingan uji coba melawan Myanmar dan Hongkong pada 10 Oktober dan 16 Oktober, di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat.

Berbeda dengan pemain naturalisasi lain, sejak ia resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI) pada Maret 2018 lalu, Vizcarra memang belum pernah sekalipun dipanggil memperkuat timnas Indonesia. Di ajang Asian Games 2018, namanya dilewatkan begitu saja oleh pelatih Luis Milla. Bagitu pula saat ujicoba melawan Mauritius, bulan lalu, ia juga tak dipanggil.

Karena itulah, pemanggilan perdananya ini disambut gembira oleh Vizcarra. Pemain kelahiran Belén de Escobar, Argentina itu mengakui bahwa kesempatan ini sudah ia tunggu sejak lama. "Tentu saja saya senang dapat kesempatan membela Timnas Indonesia. Saya cinta negeri ini dan ingin memberikan yang terbaik. Usia saya tidak lagi muda, kesempatan menggunakan kostum Garuda amat membanggakan," kata pemain yang kini berusia 32 tahun itu.

Dengan semangat menggelora, pemain pilar klub Sriwijaya FC itu mengaku tidak hanya ingin numpang lewat di Timnas Indonesia. Ia ingin jadi bagian skuat Tim Merah-Putih yang berlaga di Piala AFF 2018 akhir tahun nanti.

Saat menjalani sesi latihan perdana pada Senin (8/10) lalu di Stadion Wibawa Mukti, Vizcarra juga tampak sangat antusias. Meski ia adalah muka baru, Vizcarra mengaku sudah banyak mengenal pemain Timnas Indonesia karena perjalanannya di kancah persepakbolaan Tanah Air bukan lagi seumur jagung. "Saya sudah lama di Indonesia. Semua pemain yang di sini sudah pernah saya jajal kemampuannya di level klub. Tidak akan ada kendala komunikasi," ujarnya. "Atmosfer latihan bagus, adaptasi saya juga bagus. Tetapi masih capek karena kemarin baru selesai tanding," imbuh pesepak bola kelahiran 11 April 1986 itu.

Selain Vizcarra, pemain debutan lainnya di timnas adalah Alfath Fathier. Berbeda dengan Vizcarra yang tanpa kendala, bek klub Madura United itu justru sedikit grogi dalam latihan perdananya. Meski demikian, bek berusia 22 tahun itu tetap bahagia dan berjanji akan tampil maksimal membela negara. "Setiap pemain pasti ingin sekali dipanggil membela negaranya. Saya akan memberikan penampilan yang terbaik untuk Indonesia," katanya.

Dengan masuknya Vizcarra, berarti ada tiga pemain naturalisasi dalam skuat Timnas untuk hadapi Myanmar dan Hong Kong. Mereka adalah Beto Goncalves, Vizacarra, dan Stefano Lilipaly.

Kehadiran Vizcarra sendiri diyakini akan memberikan kontribusi positif di skuat Merah Putih. Kekuatan Timnas Indonesia diyakini bakal lebih mumpuni dengan masuknya Vizcarra. "Vizcarra pemain yang memiliki kualitas individu yang sangat mumpuni. Dia juga pemain yang bisa cepat beradaptasi. Saya tahu Vizcarra, dia juga pemain yang sangat mengutamakan kerja sama tim. Saya suka dengan gaya mainnya," puji pelatih Persela Lamongan, Aji Santoso.

Bukan hanya pendukung timnas yang menunggu debut Vizcarra. Induk sepakbola Asia Tenggara, AFF, juga ikut antusias menunggu debut sang pemain. Dalam lansiran yang mereka unggah di aseanfootball.org, AFF menuliskan: "Selain Alfath, pemain lain yang akan memberikan penampilan mengesankan kemungkinan besar adalah pemain naturalisasi, Esteban Vizcarra yang saat ini bermain untuk Sriwijaya FC."

Sementara itu pelatih Bima Sakti berjanji akan memberikan porsi lebih banyak kepada pemain-pemain debutan atau jarang tampil pada laga uji coba sebelumnya, termasuk kepada Vizcarra dan Alfath. "Kita coba karena performa mereka bagus di klubnya. Inilah produknya mereka yang bagus di klub, kami pasti beri kesempatan di Timnas," kata Bima Sakti saat ditanya soal keberadaan Alfath dan Vizcarra.

"Saya selalu bilang ke mereka latihan 100 persen berikan permainan terbaik, karena itu akan terbawa jadi kebiasaan dalam pertandingan. Jadi siapapun yang main besok itulah yg terbaik. Semua pemain akan dicoba karena ini juga laga penting FIFA Matchday," ujarnya.

Mengenai Mynanmar yang akan jadi lawan nanti malam, Bima mengaku sudah mengantongi kekuatan tim asuhan Antoine Hey itu. "Myanmar kami sudah pantau kekuatan mereka lewat video, gaya permainan mereka cepat, dan mereka didominasi oleh pemain usia 23 tahun yang berlaga di Asian Games lalu," kata Bima. "Mereka punya kualitas bagus dalam organisasi bertahan," imbuh Bima saat konferensi pers di Hotel Grand Zurri, Cikarang, Selasa (9/10).(tribunnews/har/rey)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved