Breaking News:

Musibah Kebakaran

Kebakaran Melanda Hutan di Kawasan Candi Gedongsongo

Kebakaran hutan terjadi di Candi Purwoko, candi keenam di kompleks Candi Gedongsongo pada Rabu (10/10/2018) siang

Penulis: amanda rizqyana | Editor: iswidodo
Istimewa
Kebakaran hutan di kawasan Candi Gedongsongo pada Jumat (28/9/2018) siang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Amanda Rizqyana

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kebakaran hutan terjadi di Candi Purwoko, candi keenam di kompleks Candi Gedongsongo pada Rabu (10/10/2018) sekitar pukul 14.15.

Menurut keterangan Heru Subroto selaku Ketua Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang menuturkan, kebakaran terjadi di titik yang sama seperti kebakaran pada Jumat (26/9/2018) lalu.

Berdasarkan penelusuran yang dihimpun oleh timnya, penyebab kebakaran diduga tonggak sisa kebakaran hari lalu masih menyimpan bara dan tertimpa daun-daun kering hingga menimbulkan api dan meluas.

Pemadman api dilakukan melibatkan sekitar 30 personel yang terdiri atas warga Dusun Darum, Polsek Bandungan, Dinas Purbakala, Tagana, Bima, dan relawan. Pemadaman api dilakukan secara manual selama kurang lebih satu jam.

"Diperkirakan areal yang terdampak hutan Gunung Ungaran kurang lebih 0,5 hektar di sisi barat," ujarnya ketika dihubungi Tribun Jateng.

Kurang dari satu pekan, kebakaran terus melanda Gunung Ungaran. Pada Minggu (7/8/2018), kebakaran terjadi di puncak Gunung Gendol Ungaran, exit tol Ungaran-Bawen, dan tepi jalan Ambarawa.

Kebakaran tersebut diduga akibat cuaca yang sangat terik, kemudian terjadi gesekan antara daun kering atau ilalang kering. Bara yang dihasilkan semakin besar karena dorongan angin yang kencang.

Pada kebakaran awal pekan lalu, tim Sakpala bahkan harus menarik mundur pasukan karena area kebakaran yang susah dijangkau yakni daerah tebing. Pemadaman dilanjutkan keesokan harinya.

Menurut penuturan Sholikin, anggota Sakpala, kebakaran tersebut terjadi di RPH Lempuyangan dan BKPH Ambarawa dengan luas area yang terbakar sekitar 7,5 hektar.

"Proses pemadaman dilakukan oleh Perhutani 8 orang, Sakpala Pos Mawar 22 orang, LMDH Ardi Sidomukti 7 orang, BPBD 11 orang. Jadi 48 orang terlibat dalam upaya pemadaman ini," ujar Sholikin. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved