Breaking News:

Plt Bupati Tegal Umi Azizah Hadiri Pengukuhan Kader Siaga Trantib

Plt Bupati Tegal Umi Azizah Hadiri Pengukuhan Kader Siaga Trantib di Ruang Rapat Gedung C Setda, Rabu (10/10/18) pagi.

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: iswidodo
tribunjateng/ist
Sosialisasi Pemetaan Patisipatif di Pendopo Gede Boyolali pada Rabu (10/10) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Di era digital yang lekat dengan keterbukaan informasi seperti sekarang ini, banyak potensi gangguan ketentraman dan ketertiban (Trantib) yang perlu diantisipasi dan diwaspadai bersama.

Sebab, potensi gangguan Trantib mulai dari skala ringan hingga berat dapat mengancam integritas kebangsaan, persatuan dan kesatuan.

Hal itu disampaikan oleh Plt Bupati Tegal, Umi Azizah saat menghadiri acara pembentukan dan pengukuhan Kader Siaga Trantib (KST) Kabupaten Tegal, di Ruang Rapat Gedung C Setda, Rabu (10/10/18) pagi.

Umi mengatakan, peran KST sangat diperlukan di tengah era transformasi sosial masyarakat yang tidak saja bergantung pada penggunaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi.

“KST adalah komponen warga peduli yang telah meluangkan waktu tenaga dan pemikirannya untuk ikut menciptakan ketentraman dan ketertiban di lingkungan sekitar,” terang Umi kepada Tribunjateng.com.

Melalui Satpol PP, kata Umi, dapat mendorong peningkatan kapasitas KST dalam memberikan pemahaman tentang jenis dan contoh-contoh pelanggaran Peraturan Daerah Kabupaten Tegal Nomor 7 Tahun 2011 tentang Ketertiban Umum.

“Perkuat KST sebagai mitra membangun yang berkontribusi positif terhadap peningkatan ketentraman dan ketertiban umum. Bangun pola komunikasi efektif, terutama dalam hal pelaporan dan deteksi dini gangguan,” ujarnya.

Jelang Pilkades Serentak Kabupaten Tegal 2018, Umi berpesan kepada para KST untuk netral dalam menjalankan fungsi pengawasannya, termasuk pada masa kontestasi politik Pilpres dan Pileg.

Sebab menurut Umi, meski baru digelar tahun depan, akan tetapi suasana kompetisinya sudah bisa dirasakan.

Hal yang patut diantisipasi adalah hoaks atau berita bohong yang bisa menggerakkan individu atau kelompok masyarakat.

“Seperti berbuat anarkis, merusak fasilitas publik, menebar ancaman yang menimbulkan keresahan warga dan ketidaknyamanan di lingkungan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal, Berlian Aji mengatakan, tujuan dibentuknya KST adalah membantu Satpol PP dalam menangani berbagai dinamika ketentraman dan ketertiban umum.

Selain itu, kata Berlian, adanya KST untuk mewadahi partisipasi masyarakat secara aktif di bidang trantibum dan mendukung iklim yang kondusif di wilayah pedesaan atau kelurahan di Kabupaten Tegal.

“Dalam pembentukan dan pengukuhan KST dibiayai dari APBD Pemkab Tegal tahun 2018 dengan jumlah Kader Siaga Trantib sejumlah 180 orang, yang menyebar di 20 desa, 13 kecamatan,” jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved