Sudah 12 Tahun Mengajar, Honor Umaroh Hanya Rp 200 Ribu per Bulan

Terlihat menggebu-gebu wanita bernama Umaroh (42) secara lantang menyuarakan nasibnya dan tenaga pengajar honorer lainya.

Sudah 12 Tahun Mengajar, Honor Umaroh Hanya Rp 200 Ribu per Bulan
tribunjateng/budi susanto
Ratusan guru honorer gelar aksi damai dengan dialog dan doa bersama di Pendopo Kabupaten Pekalongan, Rabu (10/12018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Seorang wanita paruh baya bercerita tentang kisah pilunya menjadi tenaga pengajar honorer selama 12 tahun.

Ia bercerita di hadapan ratusan guru honorer yang menggelar aksi damai dengan berdialog dan doa bersama di Pendopo Kabupaten Pekalongan.

Terlihat menggebu-gebu wanita bernama Umaroh (42) secara lantang menyuarakan nasibnya dan tenaga pengajar honorer lainya.

Pasalnya, Umaroh tak seberuntung seperti rekan-rekannya, karena ia tak mendapat bantuan dari pemerintah sebesar Rp 500 ribu setiap bulannya.

"Saya hanya mengandalkan gaji dari dana BOS, berbeda dengan rekan-rekan saya yang mendapatkan Rp 500 ribu dari pemerintah," katanya, Rabu (10/10/2018).

Umaroh juga menceritakan perjuangannya selama 12 tahun dengan gaji Rp 200 ribu perbulan.

"Honor saya hanya Rp 200 ribu, dan harus dipotong untuk membayar koperasi serta iuran bansos, alhasil sisanya hanya Rp 40 ribu," paparnya.

Hal itu dia sampaikan saat ratusan guru honorer gelar aksi damai dengan dialog dan doa bersama di Pendopo Kabupaten Pekalongan, Rabu (10/12018).

Walaupun, honor yang diterima Umaroh hanya Rp 40 ribu, namun wanita asal Siwalan Kabupaten Pekalongan tersebut tetap mengajar dan tidak ada niatan untuk beralih profesi.

"Saya tidak ada niatan untuk beralih profesi, karena masih banyak rekan-rekan saya yang mengabdi lebih lama, mencerdaskan bangsa bagi kami merupakan amanat," tuturnya.

Untuk itu, Umaroh juga mengharapkan adanya kepedulian dari pemerintah terkait nasib para guru honorer.

"Sangat ironis, kami mencerdaskan bangsa dan garda terdepan pendidikan, tapi nasib kami selalu terbelakang," tambahnya di hadapan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dan ratusan guru honorer. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved