Breaking News:

Urip Ingatkan Desa Wisata Jangan Saling Mematikan

Kalau mau berkembang, destinasinya jangan sama dengan desa sebelah atau terdekat, harus beda. Kalau sama

Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Tangga pelangi di waduk penjalin Desa Wisata Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Brebes. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Urip Sihabudin mengatakan, desa wisata merupakan sebuah objek atau destinasi yang biasanya dikelola komunitas.

Menurut dia, agar desa wisata dapat berkembang pesat, seyogyanya objek yang dikelola berbeda dengan destinasi yang ada di desa berdekatan.

"Kalau mau berkembang, destinasinya jangan sama dengan desa sebelah atau terdekat, harus beda. Kalau sama, nanti saling mematikan, itu jangan sampai,‎" katanya, kepada Tribun Jateng, Selasa (9/10).

Selain itu, Urip menuturkan, destinasi yang ada di sebuah desa wisata‎ jangan hanya satu macam. Semisal, destinasi andalannya adalah alam, maka harus ada variasi lain.

"Ambil contoh alam dan kebudayaan. Jangan alam dik‎ombinasikan dengan alam, harus beda juga. Arahnya, sajikan apa yang di tempat lain tak ada," ucapnya.

‎Selain itu, Urip menyatakan, selain destinasi yang dikemas menarik, pelaku wisata juga tak boleh meyepelekan ketersediaan amenitas. Amenitas adalah segala bentuk fasilitas yang memberikan pelayanan bagi wisatawan untuk kebutuhan selama tinggal atau berkunjung ke destinasi wisata.

Hal itu antara lain akomodasi dan tempat menginap, tempat makan, shoping-souvenir center. Serta yang tak kalah penting adalah f‎asilitas umum semisal mandi-cuci-kakus (MCK) atau toilet. "‎Amenitas itu harus diperhatikan dan kebersihannya juga dijaga," jelasnya.

Urip juga menyoroti pentingnya aksesbilitas dan kemudahan transportasi menuju destinasi. Meski destinasi yang ada menawarkan keindahan dan keunikan yang tak ada di tempat lain, jika aksesbilitas buruk, angka kunjungan juga tak akan tinggi.

Menurut dia, di Jateng saat ini terdapat sekitar 335 desa wisata yang tersebar di 35 kabupaten/kota. Pada tahun ini, pihaknya menganggarkan Rp 5 miliar untuk pembinaan dan bantuan terhadap ratusan desa wisata itu.

"Begitu mereka deklarasikan diri sebagai desa wisata, akan kami beri pembinaan, baik pembinaan sumber daya manusia (SDM) maupun lain-lain," tuturnya.

Urip mengungkapkan, beberapa desa wisata yang telah maju di Jateng antara lain Umbul Ponggok di Klaten, Karangjahe di Rembang, Mangrove Pandansari di Brebes, Desa Wisata Serang di Purbalingga, dan sejumlah lain.

"Desa wisata itu telah berhasil memberdayakan warga setempat," terangnya.

Dia menambahkan, majunya desa wisata mendongkrak taraf ekonomi masyarakat setempat secara signifikan. Ia mencontohkan, para pemuda di Karangjahe saat ini tak lagi menjadikan kerja di perantauan sebagai mata pencaharian favorit.

"Sekarang mereka lebih suka bekerja di desa sendiri, mengelola, menjadi pegiat wisata, atau berdagang di sekitar objek wisata," tandasnya. (tim)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved