Oposisi Sebut Harga Kebutuhan Pokok Mahal, Romahurmuziy: Hampir Semua Bahan Pangan Stabil

Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy melakukan kunjungan di Pasar Induk Giwangan, Yogjakarta.

Oposisi Sebut Harga Kebutuhan Pokok Mahal, Romahurmuziy: Hampir Semua Bahan Pangan Stabil
KOMPAS.com/Nabilla tashandra
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy seusai acara haul Taufieq Kiemas dan buka bersama di kediaman Megawati Soekarnoputri di jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (8/6/2016) 

TRIBUNJATENG.COM - Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy melakukan kunjungan di Pasar Induk Giwangan, Yogjakarta.

Hal tersebut, ia lakukan untuk mengecek dan memastikan soal harga kebutuhan pokok yang diisukan naik oleh kubu oposisi pemerintah.

Melalui akun Twitter pribadinya @MRomahurmuziy, yang ditulis pada Rabu (10/10/18), ia menyampaikan bahwa harga kebutuhan pokok hampir semuanya stabil.

Romahurmuziy menyampaikan bahwa kebutuhan pokok seperti bumbu dapur, sayur, beras, daging dan telur tidak mengalami kenaikan sehingga menurutnya kenaikan nilai tukar dolar Amerika rupiah tidak mempengaruhi harga kebutuhan pokok.

Baca: Grup WhatsApp All Star Pelajar SMP Berisi Konten Porno Terbongkar, Isinya Bukan Hanya Video

Baca: Inilah Kronologi Pelaporan Guru Agama SMAN 87 yang Diduga Doktrin Anti-Jokowi

Baca: PSSI Pindahkan Kandang Persija Jakarta dari Stadion Patriot, Ini Alasannya

Baca: Kualitas Sperma Turun Hingga Sebabkan Kanker, Hindari Menyimpan Ponsel di 6 Tempat Ini

Berikut cuitan Romahurmuziy yang dirangkum TribunJateng.com:

"1. Beberapa waktu lalu muncul peryataan yang cukup reaktif dari rekan-rekan oposisi soal harga kebutuhan pokok. Maka kemarin saya sempatkan langsung untuk mengecek harga-harga kebutuhan pokok di Pasar Induk Giwangan Yogyakarta.

2. Hasil yang saya peroleh dan berdasarkan pengakuan para pedagang, hampir semua bahan pangan stabil dan hanya sedikit yang mengalami kenaikan.

3. Contohnya: bawang merah dan putih berkualitas bagus masih seharga Rp12.000 dan Rp 24.000/kg. Sementara tomat seharga Rp 6.000/kg, kacang panjang, Rp7.500/kg, jahe Rp20.000/kg, kencur Rp35.000/kg semuanya normal.

4. Dari sejumlah sayuran yang ada, hanya kol atau kubis yang mengalami kenaikan dari Rp4.000 menjadi Rp6.000/kg itupun disebabkan oleh pasokan dari Wonosobo yang sedikit

5. Harga beras berkualitas bagus di pasar induk Giwangan ini juga masih Rp12.000/kg. Sedangkan telur dan ayam potong masing-masing Rp21.000/kg dan Rp30.000/kg yang semuanya tidak mengalami kenaikan dari sebelumnya

6. Harga bahan pangan yang stabil ini menandakan bahwa kenaikan nilai tukar Dollar AS terhadap Rupiah beberapa waktu terakhir ini memang TIDAK MEMPENGARUHI HARGA KEBUTUHAN POKOK di Indonesia.

7. Pemerintah berhasil menekan laju inflasi. Bahkan dalam dua bulan terakhir, harga kebutuhan mengalami penurunan atau deflasi

8. Stabilitas harga bahan pokok bahkan cenderung sebagian menurun ini memperkuat data dari BPS (Badan Pusat Statistik) bahwa pada Bulan September terjadi deflasi sebesar 0,18 persen

9. Sekian informasi yang saya sampaikan, semoga dapat membantu meluruskan simpang siur soal harga kebutuhan pokok yang berkembang dimasyarakat," tulisnya.

Baca: Dikomentari Zuhairi Misrawi, Fahri Hamzah: Aku Selalu Bisa Berkata Benar

Baca: Tampil di ILC, Budiman Sudjatmiko Bandingkan Kasus Ratna Sarumpaet dengan Ahok

Baca: Temui Nurmagomedov Khabib dan Sang Ayah, Presiden Vladimir Putin: Khabib Pantas Menang

Baca: PSSI Pindahkan Kandang Persija Jakarta dari Stadion Patriot, Ini Alasannya

Diketahui sebelumnya, Calon Wakil Presiden, sandiaga Uno menyoroti pelemahan rupiah akan menguatnya nilai dollar.

Sandiaga mengaku telah membahas permasalahan tersebut bersama Prabowo Subianto.

Sandiaga mengatakan saat ini masyarakat khawatir merosotnya nilai tukar rupiah berdampak pada kehidupan sehari-hari.

Satu di antaranya menyebabkan harga bahan kebutuhan pokok melambung.

"Saya menyampaikan bahwa kekhawatiran masyarakat akan naiknya harga-harga bahan pokok karena dipicu nilai tukar rupiah yang melemah," ujar Sandi di jalan Kertanegara, Kamis (30/8/2018) seperti yang dilansir dari Tribunnews.com.

Sandiaga mengatakan melemahnya nilai tukar rupiah harus segera ditindaklanjuti.

Baca: Rizal Ramli Puji Langkah Jokowi Batalkan Kenaikan Harga BBM Premium

Baca: Ditanya Apakah Jokowi Pencitraan, Budiman Sudjatmiko: Berpolitik Harus Memakai Bahasa Simbol

Baca: Ditanya Najwa Shihab Siapa yang Lebih Merakyat antara Jokowi atau Prabowo, Berikut Jawabannya

Sehingga kenaikan harga bahan pokok yang akan menambah beban hidup masyarakat dapat teratasi.
"
Ini yang perlu kita sikapi dan kita tidak ingin semakin berat beban bagi masyarakat, jadi ini yang patut kita sampaikan keprihatinan kita dan kekhawatiran kita," katanya.
(TribunJateng.com/Woro Seto)

Penulis: Wahyu Ardianti Woro Seto
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved