Terduga Pembunuh Jurnalis Bulgaria Viktoria Marinova Tertangkap di Jerman

Otoritas penegak hukum Bulgaria mengumumkan identitas terduga pelaku pembunuhan dan pemerkosaan jurnalis

Terduga Pembunuh Jurnalis Bulgaria Viktoria Marinova Tertangkap di Jerman
Facebook via Russian Today
Viktoria Marinova, jurnalis asal Bulgaria yang diperkosa dan dibunuh karena menyelidiki dugaan korupsi yang melibatkan dana Uni Eropa. 

TRIBUNJATENG.COM, SOFIA - Otoritas penegak hukum Bulgaria mengumumkan identitas terduga pelaku pembunuhan dan pemerkosaan jurnalis perempuan bernama Viktoria Marinova.

Ketua Jaksa Penuntut, Sotir Tsatsarov berkata, seperti dilansir AFP, Rabu (10/10), terduga pelaku bernama Severin Kasimorov, dan lahir pada 1997.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Bulgaria, Mladen Marinov, dalam konferensi pers menuturkan, Kasimorov ditangkap di Jerman, dan diekstradisi, pada Selasa (9/10) malam waktu setempat.

"Kami mempunyai cukup bukti yang menghubungkan orang itu dengan pembunuhan yang terjadi pada pekan lalu," demikian penjelasan Marinov.

Sementara Tsatsarov memaparkan, Kasimorov mempunyai catatan kriminal di mana dia pernah terlibat kasus perkosaan dan pembunuhan sebelumnya.

Tsatsarov berujar, bukti awal belum menunjukkan jika Marinova dibunuh karena menyelidiki dugaan korupsi yang melibatkan dana Uni Eropa (UE).

"Bukti yang ada menunjukkan pria itu menyerang korban secara spontan. Namun, kami bakal menginvestigasi segala kemungkinan," janji Tsatsarov.

Sebelumnya, jenazah Marinova ditemukan di sekitar trek jogging dekat Sungai Danube di Kota Ruse, Sabtu (6/10) pekan lalu.

Dari hasil pemeriksan, jurnalis televisi lokal TVN itu diperkosa dan disiksa sebelum dibunuh dengan luka di bagian kepala dan dicekik. Muncul dugaan wartawan berusia 30 tahun itu dibunuh karena mengusut dugaan korupsi melibatkan dana Uni Eropa (UE) yang melibatkan pengusaha besar dan politikus.

Apalagi, dia sempat membawakan acara bernama Defector dengan episode pertamanya mengudara pada 30 September lalu. Dalam acara itu, Marinova mewawancarai jurnalis investigasi Dimitar Sotyanov dari situs Bivol.bg dan Attila Biro dari Proyek Pengembangan Romania.

Dalam penjelasannya, polisi menjelaskan tidak ada bukti pembunuhan Marinova ada hubungannya dengan penyelidikan dugaan korupsi. Selain itu, mereka mengaku tidak menerima informasi dia diancam sebelum dibunuh.

Namun, pendapat berbeda disuarakan pemilik Bivol.bg Asen Yordanov. Yordanov menyatakan, dia menerima kabar yang terpercaya bahwa hidup Marinova dalam bahaya dikarenakan materi berita yang disajikannya.

"Dilihat dari cara pembunuhannya, kematian Marinova menurut saya merupakan bentuk eksekusi. Sesuatu seperti peringatan," papar Yordanov. (kps/afp)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved