130 Polisi di Jateng Ikuti Rehabilitasi Narkoba di RS Bhayangkara

130 anggota polisi di Jawa Tengah yang positif menggunakan narkoba menjalani program rehabilitasi medik di RS Bhayangkara, Semarang

130 Polisi di Jateng Ikuti Rehabilitasi Narkoba di RS Bhayangkara
Tribunjateng.com/Rival Al-Manaf
Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono (memegang microphone) memberi pengarahan kepada anggota polisi yang mengikuti program rehabilitasi narkoba (kaus putih) di RS Bhayangkara, Semarang, Jumat (12/10). 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - 130 anggota polisi di Jawa Tengah yang positif menggunakan narkoba menjalani program rehabilitasi medik di RS Bhayangkara, Semarang.

Tidak hanya terkait medis, mereka yang sudah mendapatkan putusan sidang internal harus menjalani hukuman, rehabilitasi medik, rehabilitasi fisik dan disiplin, lalu pasca rehabilitasi.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono menyebut seluruh anggota Polri dari tiap resor di Jateng yang kedapatan menggunakan narkoba akan ditarik ke Polda.

"Anggota tersebut kami berikan sanksi, dari Polres kami tarik ke Polda, kami hukum di sini selesai menjalani hukuman dia di rehabilitasi, nah rehabilitasinya nanti masuk di RS Bhayangkara selama dua minggu," terang Condro seusai meresmikan gedung rehabilitasi medik RS Bhayangkara Semarang, Jumat (12/10/2018).

Dalam waktu dua minggu tersebut para pengguna akan mendapat konseling dan penanganan medis. Selama itu juga mereka tidak diperkenankan membawa ponsel untuk berkomunikasi, dan menyaksikan televisi.

"Kegiatannya selama dua minggu itu tentunya penyembuhan dari sisi medis kemudian juga mental, yang muslim ya harus salat terjadwal ke masjid, hingga salat tahajud juga," terang jenderal bintang dua tersebut.

Setelah melalui proses itu, anggota polisi yang juga pengguna narkoba itu dibawa ke Brimob untuk menjalani latihan fisik dan kedisiplinan selama satu minggu. Jika dinyatakan lulus, barulah kapolres menjemput polisi yang bersangkutan.

"Saya minta dijemput agar ada rasa tanggungjawab dari Kapolresnya, selain itu juga agar para anggota merasa malu karena harus dijemput oleh pimpinannya," tandas Condro.

Setelah kembali bertugas, bagian sumda akan melakukan pemantauan terhadap para polisi mantan pengguna tersebut dalam kurun waktu yang tidak disebutkan. Hal itu dilakukan agar mereka tidak terjerumus ke lubang yang sama. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved