Sebelum Tol Semarang-Batang Diresmikan, Pemkab Kendal Minta Kerusakan Infrastruktur Diperbaiki

Sugiyono mengatakan sepanjang batas barat hingga batas timur kabupaten Kendal ada sebanyak 25 ruas jalan

Sebelum Tol Semarang-Batang Diresmikan, Pemkab Kendal Minta Kerusakan Infrastruktur Diperbaiki
Tribunjateng.com/M Zaenal Arifin
FOTO DOKUMEN Makam di Klampisan, Jalan Honggowongso, Ngaliyan, masih di tengah jalan tol Semarang-Batang, Selasa (14/8/2018). Sekitar 1.300 titik makam itu akan di relokasi mulai Rabu (15/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pembangunan Jalan tol Semarang Batang hampir selesai. Pemkab Kendal berharap infrastruktur milik Pemkab Kendal yang mengalami kerusakan karena proses pembangunan jalan tol tersebut juga ikut diperbaiki. Pasalnya infrastruktur milik Pemkab Kendal termasuk jalan mengalami rusak.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sugiono berharap bahwa sebelum tol tersebut diresmikan dan digunakan, maka infrastruktur yang mengalami kerusakan karena proses pembangunan tersebut sudah diperbaiki.

Sugiyono mengatakan sepanjang batas barat hingga batas timur kabupaten Kendal ada sebanyak 25 ruas jalan yang digunakan untuk pembangunan tol Semarang Batang itu. Jalan tersebut sering dilalui oleh truk yang membawa material pembangunan tol tersebut.

"Kami sendiri telah mengadakan MOU dengan pihak kontraktor bahwa jalan dan infrastruktur yang digunakan untuk proses pembangunan, wajib dirawat selama proses pembangunan," ujarnya, Jum'at (12/10).

Ia mengatakan namun saat ini ruas jalan yang digunakan proses pembangunan tol Semarang Batang masih dalam kondisi yang rusak seperti diruas jalan desa Rejosari Ngampel yang dalam kondisi rusak.

"Dalam perjanjian itu juga kontraktor juga wajib mengembalikan kondisi jalan minimal seperti semula. Tapi harapannya bisa lebih," ujarnya

Hal senada juga disampaikan oleh Anggota komisi D DPRD Kendal, Sulistyo Ari Wibowo. Ia mengatakan ada tiga bangunan sekolah dasar dan Sebagian bangunan dari satu sekolah menengah pertama di kabupaten kendal yang terdampak tol Semarang Batang.

Meski proges pembangunan bangunan sekolah sedang berlangsung namun ia berharap pembangunan tersebut tidak mengalami kendala.

"Kasihan para siswa SD terutama SDN 2 Protomulyo, mereka belajar beralaskan tikar dan meja selama setahun. Yang membuat lama yaitu karena kendala proses pengalihan aset tanah dari desa ke Pemkab,Karena penggantinya tanah itu masih menggunakan tanah desa," terangnya.

Ari menambahkan bahwa saat ini proses pengalihan ini sudah mendapatkan titik temu. Pasalnya sudah dilakukan mediasi antara pihak desa, pemkab dan kontraktor untuk proses pembangunan sekolah itu.

"Sudah menemukan titik temu. Makanya sudah mulai dibangun," pungkasnya. (*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved