3 Dosen UKSW Salatiga Ini Soroti Kesehatan Warga Cetho

Ketua Tim PKM UKSW 2018 itu mengutarakan, pihaknya hendak fokus menyoroti permasalahan kesehatan masyarakat yang bertempat tinggal di dusun tersebut

3 Dosen UKSW Salatiga Ini Soroti Kesehatan Warga Cetho
ISTIMEWA
3 Dosen UKSW Ini Soroti Kesehatan Warga Cetho 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA -  Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM), ketiga akademisi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga ini selama sekitar 9 bulan berada di Dusun Cetho Desa Gumeng Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar.

“Kami berada di sini –Kabupaten Karanganyar—sudah sejak Februari 2018 lalu dan program yang kami laksanakan tersebut diperkirakan selesai pada November 2018 mendatang,” ucap Dra Susanti Pudji Hastuti kepada Tribunjateng.com, Minggu (14/10/2018).

Ketua Tim PKM UKSW 2018 itu mengutarakan, pihaknya hendak fokus menyoroti permasalahan kesehatan masyarakat yang bertempat tinggal di dusun tersebut, khususnya mereka para balita dan lanjut usia (lansia).

“Sebelum ke sini, kami kerapkali mendengar kabar apabila tidak sedikit di antara para balita yang mengalami gizi buruk dan terkait kesehatan pula, dikabarkan jika sanitasi lingkungannya juga belum bagus,” terangnya.

Karena itu, lanjut dosen Fakultas Biologi UKSW itu bersama kedua rekannya yakni dr Jodelin Muninggar dan Dra Emy Wuryani mencoba menitikberatkan untuk membantu mencarikan solusi bersama dalam permasalahan kesehatan di dusun tersebut.

“Selama kami menjalankan program tersebut, kami sudah temukan 3 kasus yakni 2 balita gizi kurang dan 1 balita gizi buruk. Tak sedikit pula memang tempat tinggal para lansia yang sanitasinya masih buruk,” urainya.

dr Jodelin menambahkan, dari hasil penelusuran awal yang dilakukan tim UKSW itu, pihaknya pun mencoba menyusun beberapa solusi dan sejauh mana selama ini masyarakat mengatasinya.

“Solusinya menurut kami adalah perbaikan gizi terhadap balita termasuk orangtuanya. Kami di Dusun Cetho ini pula bentuk Program Bina Keluarga Lansia (BKL). Sebab, awal permasalahan ini sebenarnya kurangnya edukasi maupun sosialisasi terkait kesehatan masyarakat,” terang dosen Fakultas Sains dan Matematika (FSM) UKSW itu.

Karena itu, tambahnya, tim PKM UKSW menawarkan untuk pembentukan BKL tersebut. Harapan sekaligus yang saat ini sedang terus diedukasikan kepada mereka adalah hadirnya kader-kader kesehatan di tingkat dusun tersebut.

“Setidaknya mereka generasi muda. Ini yang sedang kami upayakan. Sehingga ketika terbentuknya kader kesehatan tersebut, apa saja yang menjadi permasalahan kesehatan dapat segera ditangani. Masyarakat setempat pun semakin waspada, bisa mendeteksi dini terhadap berbagai gejala masalah kesehatan di lingkungannya,” tukasnya.

Menjelang berakhirnya program PKM UKSW itu, ucap Susanti, pihaknya berupaya untuk mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat melalui  24 kader posyandu serta lansia di tingkat desa –Desa Gumeng--. Dan 6 di antaranya adalah wakil dari Dusun Cetho.

“Pada program hibah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI Tahun 2018 ini, kami juga telah menyerahkan beberapa bantuan kepada masyarakat terkait kesehatan,” terangnya.

Seperti, urainya, stetoskop, tensimeter, statur meter, timbangan, meteran rol. Lalu ada pemberian suplemen tambahan seperti susu, vitamin, hingga berbagai alat permainan edukatif untuk anak-anak, khususnya balita.

“Terkait sanitasi, kami juga sudah perbaikinya. Ada 5 rumah dimana kami berikan subsidi perbaikan MCK. Totalnya di sini ada sekitar 21 tempat tinggal yang sanitasinya buruk. Sisanya yang belum, dikerjakan secara gotong royong,” tukasnya. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved