Rabu, 13 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Upacara Sedekah Laut Dirusak Orang, Panitia Bagikan Nasi Gurih ke Pengunjung

Kapolres belum bersedia memberi keterangan soal jati diri sembilan orang yang tengah diperiksa itu, termasuk apakah mereka tergabung

Tayang:
Editor: iswidodo
TRIBUNJOGJA
Pantai Selatan 

TRIBUNJATENG.COM, BANTUL - Ritual sedekah laut di Pantai Baru, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang sedianya dilakukan pada Sabtu (13/10), batal dilakukan setelah lokasi acara diobrak-abrik sejumlah orang tak dikenal.

Polisi memeriksa sembilan orang yang diduga mengetahui kejadian itu.

Meski batal, masyarakat di Pantai baru tetap membagi-bagikan nasi gurih yang diwadahi takir (tempat makanan dari daun) kepada pengunjung Pantai Baru.

Seorang warga Pantai Baru, Tuwuh (48), mengatakan masyarakat telah menyiapkan ratusan takir nasi gurih untuk acara sedekah laut ini.

"Daripada mubazir, dibagi-bagikan saja ke pengunjung di sini," jelas Tuwuh. Beberapa orang berkeliling di kawasan Pantai Baru membagi-bagikan nasi gurih. Para pedagang yang berada di kawasan tersebut juga turut mendapat bagian.

"Ada sekitar 700 nasi gurih, semuanya dibagikan," tuturnya. Nasi gurih ini disiapkan oleh ibu-ibu warga Pantai Baru.

Menurut Tuwuh, persiapan sedekah laut telah dilakukan sejak 15 hari lalu. "Ini setiap tahun ada, dan ini mau dibikin besar. Dananya sekitar Rp 50 juta, swadaya dari berbagai kelompok," kata Tuwuh.

Menurut Tuwuh pelaku perusakan datang ke lokasi sekira pukul 23.30, Jumat. Mereka datang menumpang dua mobil, satu ambulans, dan sejumlah motor.

"Itu (meja, kursi, dan lalin-lain) kan baru ditata namun kemudian diobrak-abrik. Ada meja kaca yang pecah," terangnya.

Kejadian tersebut, katanya, berlangsung kurang lebih seperempat jam. Tuwuh mengaku dirinya sempat ketakutan.

"Takut ya takut, berani ya berani. Saya lari saja," tuturnya.

Pelaku menggunakan cadar dan memasang spanduk bertuliskan penolakan terhadap sedekah laut, karena dianggap syirik. "Katanya, sedekah laut itu syirik. Bertentangan (dengan ajaran agama). Ada spanduknya," tambahnya.

Setelah kejadian itu sejumlah acara dibatalkan antara lain kirab Budaya, kesenian gambyong, dan labuhan. Namun kesenian reog kampung tetap ditampilkan.

Polres Bantul tengah memeriksa sembilan orang terkait kasus perusakan lokasi acara sedekah laur pada Jumat malam.

"Tadi saya dapat laporan, memang ada perusakan upacara sedekah di Pantai Baru. Ini sekarang masih diperiksa, sedang dimintai keterangan di Satreskrim," ujar Kapolres Bantul AKBP Sahat Marisi Hasibuan.

Panitia trauma

Kapolres belum bersedia memberi keterangan soal jati diri sembilan orang yang tengah diperiksa itu, termasuk apakah mereka tergabung dalam satu kelompok ormas.

"Yang jelas bukan masalah ormas atau bukan, tapi keterlibatan dia seperti apa, kami masih cari pelakunya," ungkapnya.

Pihaknya juga membenarkan ada barang bukti berupa spanduk bertuliskan, 'Kami menolak kesyirikan berbalut budaya sedekah laut atau selainnya!!' "Spanduk itu ada. Sama (properti) yang untuk ritual sedekahnya itu ada. Itu yang jadi fokus kita. Sudah diamankan, masih proses untuk didalami," jelasnya.

Properti yang dimaksud yakni hiasan berupa penjor yang telah dirusak oleh sekelompok orang tersebut. "Katanya juga ada yang membawa sajam, tapi itu kan info, makanya diperiksa dulu," tuturnya.

Menurut Kapolres panitia tidak mempermasalahkan kejadian tersebut. "Sudah ada pemberitahuan di medsos mengenai acara sedekah laut itu. Ternyata ada yang kontra, tapi tetap dilaksanakan. Kemudian ada kejadian ini," katanya.

Sahat mengungkapkan, pihaknya sudah bertemu panitia penyelenggara yang mengaku trauma atas kejadian tersebut. "Karena terjadi perusakan, kami tetap proses hukum," katanya.

Terkait kejadian itu Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bantul, Yasmuri, menyatakan acara sedekah laut tidak melanggar ketentuan apapun sejauh tidak ada unsur sesembahan atau dengan niat menyembah selain kepada Allah SWT. Menurutnya, banyak tradisi lain di masyarakat sebagai bentuk syukur atas hasil bumi berupa pertanian maupun perikanan.

"Berdoanya juga kepada Allah, bukan kepada yang lain," ujar Yasmuri, yang juga Ketua Pengurus Cabang NU Bantul. Menyikapi peristiwa perusakan properti sedekah laut di Pantai Baru, Yasmuri meminta agar masyarakat tidak terpancing oleh aksi perusakan tersebut.

Tindakan itu sudah mengarah pada tindakan kriminal yang menjadi wewenang polisi. Masyarakat sebaiknya menyerahkan sepenuhnya persoalan itu kepada polisi. "Kepolisian juga segera mengusut tuntas kasus tersebut agar masyarakat tidak resah," katanya. (tribunjateng/cetak/tribunjogja/amg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved