Musim Hujan, Ini Cara Mencegah Perkembangan Nyamuk Demam Berdarah

Pada umumnya nyamuk ini akan melakukan serangan gigitan pada pagi hingga sore hari.

Penulis: Bare Kingkin Kinamu | Editor: suharno
mashable
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Musim penghujan bisa digunakan nyamuk untuk berkembang biak lebih sering.

Baik karena kelembapan udara dan lainnya.

Tak terkecuali jika bak mandi dan saluran air tidak rajin dibersihkan.

Untuk mengantisipasi adanya berkembang biakan nyamuk, terutama nyamuk Aedes aegypti (demam berdarah) Kabid Kesmas Dinkes Jepara, Adi Bintoro imbau kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan lingkungan.

"Nanti kami segera kondisikan kepada setiap RT di masing-masing Kelurahan untuk menghidupkan lebih terjadwal gotongroyong, untuk membersihkan gorong-gorong dan lingkungan desa," jelas Adi Bintoro kepada Tribunjateng.com, Selasa (16/10/2018).

Baca: 30 OPD Kabupaten Jepara Ikuti Pertemuan Forum Germas

Untuk mencegah terkena gigitan nyamuk demam berdarah di luar kebersihan lingkungan yakni dengan menggunakan obar nyamuk, memakai pakaian yang menutupi kulit, dan lainnya.

"Selain itu membersihkan bak mandi rutin juga menjadi hal penting. Sehat itu perlu, oleh karenanya lebih baik mencegah terjadinya penyakit daripada mengobati," imbuh penjelasan Adi.

Bagaimana nyamuk demam berdarah berkembang biak?

Pada umumnya nyamuk ini akan melakukan serangan gigitan pada pagi hingga sore hari.

Cara perkembang biakannya sendiri terjadi ketika nyamuk betina usai mengisap darah, ada 100-200 terlur per fase yang dihasilkan.

Nyamuk betika dalam masa hidupnya umumnya memiliki lima fase.

Banyaknya terlur nyamuk bergantung dengan banyaknya darah yang diisap.

Kemudian nyamuk betina tersebut meletakkan telurnya pada permukaan yang basah.

Biasanya nyamuk betika meletakkan tidak langsung pada satu tempat.

Itulah sebabnya di musim penghujan untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit demam berdarah sangat penting untuk dilakukan.

Sebab nyamuk membutuhkan tempat yang lembab dan basah untuk berkembang biak. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved