Satpol PP Kota Pekalongan Klaim Peredaran Rokok Ilegal di Wilayahnya Mulai Menurun

"Tapi dari kami tetap positif melihatnya bahwa peredaran rokok memang sudah menurun," tambahnya.

Satpol PP Kota Pekalongan Klaim Peredaran Rokok Ilegal di Wilayahnya Mulai Menurun
Istimewa
Hasil temuan dalam operasi rokok ilegal yang dilakukan Satpol PP bersama KPPBC Kota Pekalongan, Selasa (16/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Tim gabungan dari Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai (KPPBC) dan Satpol PP bersama sejumlah instansi, lakukan operasi ke beberapa daerah yang ada di Kota Pekalongan.

Adapun operasi tersebut menyasar kewilayah Kuripan Kecamatan Pekalongan Selatan, dari hasil giat, petugas menemukan 840 Batang rokok ilegal

Meski petugas kembali menemukan rokok tanpa cukai tersebut, namun, pihak Satpol PP Kota Pekalongan menyatakan peredaran rokok ilegal semakin menurun, dibandingkan tahun lalu di bulan yang sama.

"Peredaran rokok ilegal mengalami penurunan, pasalnya, tahun ini kami hanya mendapatkan sebanyak 8.900 batang sedangkan tahun lalu mencapai 32.000 batang rokok saat menggelar operasi," jelas Kabid Penegakkan Perda Satpol PP, Nur Sobah, Selasa (16/10/2018).

Baca: Batik Garuda Pancasila Dipajang di Museum Batik Pekalongan, Terinspirasi dari Sosok Sultan Hamid II

Nur menjelaskan, ada berbagai persepsi terhadap klaim penurunan tersebut.

Yang pertama, bisa saja penurunan terjadi karena memang jumlah rokok yang beredar sudah menurun.

Atau, jumlah rokok yang beredar masih banyak namun tim belum berhasil melakukan penelusuran.

"Tapi dari kami tetap positif melihatnya bahwa peredaran rokok memang sudah menurun," tambahnya.

Dari sekian kali operasi rokok ilegal yang dilakukan, Nur menyatakan rata-rata penjual rokok ilegal merupakan pedagang baru.

"Bahkan di salah satu warung yang kami datangi, pemiliknya sudah lansia dan tidak tahu perihal adanya rokok ilegal," tuturnya.

Guna menekan peredaran rokok ilegal, ditambahkan Nur, pembinaan secara intensif kepada pemilik warung dan sosialisasi yang lebih luas ke masyarakat terkait rokok ilegal tersebut harus terus digiatkan.

"Bahwa rokok ilegal adalah rokok yang tidak menyertakan pita cukai yang artinya mereka tidak membayar pajak dalam bentuk cukai. Ini tidak diperbolehkan dan melanggar hukum," tambahnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved