Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2018 Digelar di UTC Unnes Semarang

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas (PSMA) Kemendikbud terus mendorong minat siswa untuk melakukan penelitian

Penulis: hermawan Endra | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/HERMAWAN ENDRA
Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2018 Digelar di UTC Unnes Semarang 

Laporan wartawan Tribun Jateng Hermawan Endra Wijonarko

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas (PSMA) Kemendikbud terus mendorong minat siswa untuk melakukan penelitian.

Salah satunya dengan menggelar Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2018 tingkat nasional, di UTC Unnes Sampangan, Semarang, 17 – 20 Oktober 2018.

Direktur PSMA Kemendikbud Drs Purwadi Sutanto Msi, dalam pembukaan OPSI 2018 meminta sekolah untuk menumbuhkan minat penelitian peserta didik.

Tujuannya untuk meningkatkan kreativitas hingga kemampuan berfikir siswa, dalam rangka membangun generasi muda Indonesia yang unggul.

“OPSI ini menjadi salah satu agenda Kemendikbud, dalam mendorong kreativitas siswa dalam penelitian ilmiah. Bahkan sejak 1977 ketika bernama Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR), baru pada 2009 berubah nama menjadi OPSI," ujarnya.

Dijelaskannya tujuan OPSI yakni sebagai wadah bagi siswa SMA/MA mengembangkan bakat, minat, dan kemampuan dalam meneliti dan berinovasi, serta menumbuh kembangkan budaya meneliti di kalangan siswa.

Di samping itu, kegiatan OPSI juga menjadi ajang seleksi karya penelitian unggul, untuk diikutsertakan dalam berbagai ajang lomba penelitian tingkat internasional.

"OPSI ingin mengubah pandangan umum siswa terhadap penelitian yang dianggap serius, sulit dan membosankan. OPSI ingin memberikan siswa pengalaman meneliti dengan cara menyenangkan, sehingga minat meneliti terus meningkat dan dapat ditularkan pada teman dan lingkungannya," tambahnya.

Bidang lomba pada OPSI 2018 dikelompokkan menjadi tiga kategori bidang penelitain, yaitu bidang Matematika, Sains, dan Teknologi (Math, Science, and Technology), bidang Fisika Terapan dan Rekayasa (Applied Physics and Engineering) serta bidang lmu Sosial dan Humaniora (Social Sciences and Humanities).

Menurutnya, antusiasme peserta yang mengikuti OPSI 2018 sangat menggembirakan, mencapai 1.593 proposal penelitian dari 30 provinsi.

Jumlah sekolah yang terlibat sebanyak 275 SMA dan 55 Madrasah Aliyah.

Ia menambahkan, dari jumlah tersebut telah tersaring sebanyak 900 naskah laporan penelitian di tahap penilaian naskah, kemudian disaring lagi menjadi 105 naskah terbaik dari 199 siswa.

Pada tahap ini dilakukan penilaian poster atau infografis, dan penilaian presentasi untuk finalis.

“Selanjutnya akan dipilih masing – masing 9 naskah terbaik untuk mendapatkan medali emas, perak, perunggu dan 9 naskah untuk diberikah penghargaan khusus,” tandasnya.

Disela kegiatan final penjurian, para siswa peserta juga diberikan berbagai pembekalan dalam bentuk seminar, dengan menghadirkan para peneliti untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan.

Dalam kegiatan ini juga diluncurkan secara resmi buku ‘Meneliti Itu Seru’, yang disusun oleh pembina OPSI dan diterbitkan Direktorat PSMA, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikbud.

Buku tersebut dimaksudkan sebagai wujud nyata untuk mencapai tujuan OPSI, dan juga untuk memberikan panduan penelitian bagi peneliti muda.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved