Polisi Komitmen Ungkap Teka-teki Meninggalnya Mahasiswa UMK Sampai Tuntas

Pihak Polres Kudus sampai saat ini masih belum bisa menyimpulkan penyebab meninggalnya mahasiswa Universitas Muria Kudus yang mengikuti Pradiksar

Polisi Komitmen Ungkap Teka-teki Meninggalnya Mahasiswa UMK Sampai Tuntas
Tribunjateng.com/Rifqi Gozali
Universitas Muria Kudus 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Pihak Polres Kudus sampai saat ini masih belum bisa menyimpulkan penyebab meninggalnya mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) yang mengikuti Pra-Pendidikan Satuan Dasar (Pradiksar) Resimen Mahasiswa (Menwa) 932 Gondowingit. Pihak kepolisian pun komitmen menyelesaikan kasus tersebut sampai tuntas.

Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Agus Supriadi mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih menunggu hasil visum yang dikeluarkan oleh instansi yang menangani meninggalnya mahasiswa bernama Kukuh Muhammad Isa (18), yaitu RSI Sunan Kudus. Untuk kemudian, pihaknya akan kembali memanggil saksi-saksi lain setelah sebelumnya ada empat saksi yang telah diperiksa.

“Iya betul, kami akan selesaikan sampai tuntas,” kata Agus kepada Tribun Jateng, Rabu (17/10/2018).

Setelah hasil visum tersebut keluar, pihaknya akan kembali memanggil saksi dari kalangan mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan Pradiksar yang digelar sejak Senin (1/10/2018).

“Kami akan panggil saksi-saksi lain dari mahasiswa saat kegiatan (Pradiksar) itu,” katanya.

Diketahui sebelumnya, mahasiswa bernama Kukuh Muhammad Isa meninggal saat hari kelima Pradiksar Jumat (5/10/2018). Sat itu tengah digelar kegiatan repling di Sungai Gelis Desa Jurang, Kecamatan Gebog.

Dari pernyataan Rektor UMK Suparnyo sebelumnya, meninggalnya mahasiswa yang duduk di jurusan teknik mesin semester I itu karena hipotermia. Dia mengalami penurunan kondisi kesehatan sebelumnya saat berjalan kaki dari Desa Margorejo ke Desa Jurang. Kukuh sempat istirahat dalam perjalanan. Setelah dirasa pulih, kemudian dia melanjutkan perjalanan sampai ke Desa Jurang.

Saat berada di Desa Jurang, Kukuh mengalami pingsan. Saat itu terdapat kegiatan repling di Sungai Gelis Desa Jurang. Namun berhubung Kukuh kondisi kesehatan dan fisiknya tidak mumpuni akhirnya dia tidak diperkenankan ikut.

Namun dia jalan kaki turun ke dasar sungai melalui jalan setapak. Setibanya di dasar sungai, dia mengalami pingsan.

Setelah itu dia dibawa ke Puskesmas Gondosari, karena keterbatasan fasilitas, akhirnya dia dilarikan ke RSI Sunan Kudus. Namun nyawanya tak tertolong. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved