BBPH Pemuda Pancasila Jateng Klarifikasi Soal Pengeroyokan Sejumlah Pemuda di Karaoke Diva

Kejadian tersebut, diakui Dwi tidak sepenuhnya disampaikan, terutama asal mula pertengkaran dan pengeroyokan

BBPH Pemuda Pancasila Jateng Klarifikasi Soal Pengeroyokan Sejumlah Pemuda di Karaoke Diva
Tribunjateng.com/hes
Kuasa hukum dari kantor Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila (PP) Jateng, yang membela 5 pria dari Pemuda Pancasila akhirnya melaporkan Dimas ke Polrestabes Semarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kuasa hukum dari kantor Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH)  Pemuda Pancasila (PP) Jateng, yang membela 5 pria dari Pemuda Pancasila akhirnya melaporkan Dimas ke Polrestabes Semarang.

Dikatakan oleh Ketua BPPH PP Jateng, Dwi Nuryanto, bahwa pada informasi dari beberapa media soal dugaan pengeroyokan yang dilakukan lima pemuda dari PP itu tidaklah benar.

Kejadian tersebut, diakui Dwi tidak sepenuhnya disampaikan, terutama asal mula pertengkaran dan pengeroyokan yang terjadi di Karaoke Diva, Semarang.

"Kami hanya ingin mengklarifikasi informasi sebelumnya, jika awal pertengkaran itu terjadi pada Minggu dini hari (14/10/2018) jam 02.30 di Karaoke Diva dan tidak benar kasus ini terjadi pada Senin (15/10/2018)," katanya, tegas, pada Kamis (18/10/2018).

Dwi, yang juga menjadi kuasa hukum kelima pria dari PP itu mengungkapkan awal mula kejadian pengeroyokan tersebut terjadi.

Bahwa, pada Minggu dini hari kelima pemuda yang memang anggota PP itu hendak berkaraoke di lokasi Karaoke Diva.

"Dan mereka tidak memakai seragam PP, hanya saja ketika hendak masuk, mereka dimintai uang parkir di luar tarif normal. Juru parkir Karaoke Diva itu meminta Rp 20 ribu untuk membayar tiga motor kelima pemuda ini," ungkapnya.

Ketika ditanya dan menawar terlalu mahalnya tarif motor itu, lanjutnya, juru parkir tersebut malah menyiramkan air teh yang ia pegang ke stiker gambar PP di motor Muntohar.

"Keterangan dari Muntohar dan ke empat pemuda PP itu, menanyakan maksudnya apa menyiramkan air teh ke stiker PP, namun juru parkir itu malah menantang dan tiba-tiba memukul Muntohar beserta Amin sambil berkata tidak usah banyak omong," bebernya.

Halaman
12
Penulis: hesty imaniar
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved