Ahmad Dhani Melawan : Ini Negera Cebong atau Negera Pancasila

Kader Partai Gerindra Ahmad Dhani mengaku heran dirinya dijadikan tersangka ujaran kebencian oleh penyidik kepolisian.

Ahmad Dhani Melawan : Ini Negera Cebong atau Negera Pancasila
Kompas.com/Tri Susanto Setiawan
Ahmad Dhani menjalani sidang kasus ujaran kebencian yang menjeratnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (8/10/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Kader Partai Gerindra Ahmad Dhani mengaku heran dirinya dijadikan tersangka ujaran kebencian oleh penyidik kepolisian. Dhani menyatakan, polisi tidak memahami esensi dari sebuah ujaran kebencian yang sebenarnya.

"Polisi tidak paham bahwa ujaran kebencian itu adalah pernyataan kebencian kepada sesuatu yang baik. Pernyataan kebencian kepada sesuatu hal yang buruk itu bukan ujaran kebencian," kata Ahmad Dhani saat dikonfirmasi, kamis (18/10).

Ahmad Dhani, Pentolan grup band Dewa 19 ini juga menjelaskan penetapan status tersangka itu adalah bentuk kriminalisasi.

"Kok dilarang membenci sesuatu yang buruk?" lanjut suami penyanyi Mulan Jameela ini. "Ini negara cebong atau negara Pancasila," tambah Ahmad Dhani.

Kader Partai Gerindra itu juga heran kata 'idiot' kepada sejumlah massa Koalisi Bela NKRI yang menghadangnya dapat menyeretnya menjadi tersangka. Dia menilai, hal itu bentuk upaya mengkriminalisasi dirinya.

"Ini kriminalisasi," kata Ahmad Dhani.

Pengacara dari Ahmad Dhani, Tjetjep M Yasien mengaku kliennya mendapatkan kriminalisasi terkait dugaan kasus pencemaran nama baik.

Tjetjep menjelaskan, kliennya mendapatkan perlakuan yang tidak pantas, karena polisi hanya melihat pada satu momen saja.

"Menurut saya tidak pantas, polisi yang saya sesalkan hanya melihat pada satu momen, Ahmad Dhani di situ kan tamu, acara agenda (Deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya) itu ada panitianya, lantas tamu itu dipersekusi sedemikian rupa. Ketika tamu itu dipersekusi lantas tamu itu mengeluarkan unek-unek, masa malah dijadikan tersangka?" ujar Tjetjep.

Ia menambahkan, jika Ahmad Dhani sebenarnya mendapat perlakuan kriminalisasi.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved