Beberapa PKL Terminal Terboyo Masih Bertahan, Tunggu Pembangunan Lapak Sementara Selesai

Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) Terminal Terboyo hingga kini masih bertahan meski seluruh area terminal telah diuruk tanah

Beberapa PKL Terminal Terboyo Masih Bertahan, Tunggu Pembangunan Lapak Sementara Selesai
tribunjateng/m zainal arifin
Proses penutupan Terminal Terboyo Kota Semarang yang dilakukan sejak Sabtu (1/9) lalu, masih menyisakan persoalan. Para pedagang yang berjualan di dalam area terminal tetap bertahan dan menolak direlokasi. 

Fajar membeberkan, Pasar Banjardowo, Meteseh dan Gedawang, merupakan tanah milik Pemkot Semarang yang dibangun oleh pihak ketiga.

Namun dalam prosesnya, pihak pengembang tidak sanggup membayar sehingga aset tersebut diserahkan kembali dan dikelola Pemkot Semarang sejak 2014.

Fajar meminta kepada PKL Terboyo yang menempati Pasar Banjardowo dapat memanfaatkannya dengan baik.

Fajar tidak menampik jika nantinya kondisi akan sepi diawal operasional.

Namun Fajar optimistis, jika para pedagang rajin membuka lapak maka secara otomatis akan mengundang banyak pembeli.

"Saya tekankan kembali, pasar mau ramai atau tidak itu tergantung pedagangnya juga. kalau sudah diberi tempat tapi tidak jualan ya sepi. Butuh Proses, sebulan atau dua bulan, pasti ada pelanggan," tegasnya.

Terkait jumlah kios yang tidak menampung seluruh pedagang Terboyo, Fajar menyebut pihaknya tidak akan melarang pedagang Terboyo yang ingin membuka lapak di depan Pasar Banjardowo.

Kondisi tersebut dimakluminya selama masih di lingkungan Pasar Banjardowo.

"Artinya tidak di pinggir jalan depan Pasar Banjardowo. Jangan sampai mengganggu lalu lintas. Di depannya masih boleh, yang penting di lingkungan Pasar Banjardowo," ucapnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved