Puluhan Calon Pengantin Jalani Sekolah Pra-nikah di KUA Batang
Kegiatan sekolah Pra-nikah yang diselenggarakan meliputi 16 jam pelajaran dan diisi oleh tutor-tutor bersertifikat
Penulis: dina indriani | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani
TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Belum adanya kurikulum terkait pernikahan di seluruh sekolah, menginisiasi KUA Batang melakukan kegiatan pembinaan pra nikah kepada 25 calon pengantin (cantin).
Terlebih pada tahun 2018 Kementerian agama memberlakukan peraturan baru mengenai pembinaan Pra nikah bagi cantin yang diharapkan cantin dapat lebih matang dalam menjalankan masa pernikahannya nanti agar mencegah terjadinya perceraian.
Pembinaan kepada 25 Cantin yang dilakukan KUA Batang tersebut yaitu berupa bimbingan perkawinan pra nikah bagi cantin yang digelar selama dua hari.
"Bimbingan sendiri dilatarbelakangi oleh ironi yang terjadi di masyarakat karena untuk menjalani profesi, setiap orang dituntut untuk bersekolah. Namun untuk menjadi ayah-ibu, suami-istri belum ada pendidikannya," ujar Kepala KUA Kecamatan Batang, Sodiqin, Jumat (19/10/2018).
Menurutnya, Bimbingan Perkawinan menjadi hal yg sangat penting guna keberhasilan para keluarga muda dalam membangun kesuksesan mahligai rumah tangga, sekaligus diharapkan dapat menurunkan angka kegagalan pernikahan.
Kegiatan sekolah Pra-nikah yang diselenggarakan meliputi 16 jam pelajaran dan diisi oleh tutor-tutor bersertifikat dari Kantor Kenterian Agama (Kemenag) Kabupaten Batang.
Yang mana, sejauh ini sudah mencapai angkatan ke-7 dan tidak hanya digelar di KUA Batang, namun sudah terselenggara pula di KUA Kandeman, Banyuputih dan Limpung tergantung kuota yang masuk karena syarat minimal bimbingan pranikah yakni 25 pasang cantin.
Tidak hanya materi soal pernikahan, cantin juga diajak untuk saling mengenal satu sama lain melalui permainan atau games yang menguji kekompakan.
Para cantin juga dibekali dengan berbagai ilmu tetang perkawinan, baik terkait Agama, peraturan perundangan, kesehatan reproduksi, psikologi keluarga, dan lainnya.
"Ketika lebih paham, maka ke depannya bisa mencegah terjadinya perceraian," ujar Sodiqin.
Sedangkan satu diantara tutor, Slamet Hasanudin mengatakan tingginya angka perceraian di Kabupaten Batang, di antaranya disebabkan karena kurangnya ilmu dan pengetahuan terkait bagaimana membangun keluarga sakinah.
Oleh karena itu pihaknya berusaha untuk memfasilitasi para cantin ini untuk mendapatkan bimbingan pra nikah.
"Acara ini sepenuhnya gratis ditanggung negara, Cantin tinggal datang dan fokus menyerap materi yang diberikan oleh tutor," jelasnya.
Sementara satu diantara Cantin, Pujiyanti mengungkapkan pendidikan pra nikah memang sangat diperlukan untuk pasangan yang akan melangkah ke jenjang pernikahan.
"Alhamdulillah Insyaaallah banyak manfaatnya, selain untuk menambah bekal menjalani rumah tangga juga sebagai pematangan komitmen antar masing-masing pasangan. Disini saya memperoleh informasi banyak sekali, utamanya tentang pondasi keluarga Sakinah, problem solving rumah tangga ketika ada masalah, bahkan kiat-kiat mendidik anak juga disampaikan," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/25-pasangan-calon-pengantin_20181019_160153.jpg)