Cegah Penyelewengan Dana BOS Terjadi Lagi, Kejari Brebes Gencarkan Program Jaksa Masuk Sekolah

Keduanya diduga mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 2 miliar karena menggunakan dana BOS.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: suharno
net
ilustrasi korupsi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,BREBES - Ditahannya kepala sekolah dan wakil kepala sekolah karena tersandung kasus dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) jadi lecutan keras bagi dunia pendidikan di Brebes.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes menahan Kepala dan Wakil SMK Kerabat Kita Bumiayu Brebes baru- baru ini.

Keduanya diduga mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 2 miliar karena menggunakan dana BOS tidak untuk semestinya.

Kepala Kejaksaan Negeri Brebes, Transiswara Adhi mengatakan jika kasus dugaan korupsi tersebut menjadi pelajaran berharga bagi sekolah lain.

"Kepala sekolah harus memperhatikan dan mengelola sesuai peruntukan penggunaan dana BOS sesuai aturan petunjuk teknis yang ada," kata Transiswara, Sabtu (20/10/2018).

Baca: Ini Modus Kepala Sekolah di Brebes yang Korupsi Dana BOS Rp 2 Miliar Lebih

Menurutnya, pelajaran positif yang dapat diambil dari ditahannya kepala sekolah sebagai penanggung jawab dan wakil kepala sekolah sebagai ketua pelaksana dana BOS itu yakni efek jera bagi pihak yang bermain- main.

Kajari menuturkan, dana BOS yang digelontorkan Pemerintah pusat jumlahnya sangat besar dan diterima kepada setiap sekolah.

Karena itu, kejaksaan juga gencar melakukan sosialisasi hukum ke sekolah- sekolah terkait penggunaan dana BOS.

"Kami punya program jaksa masuk sekolah (JMS) dimana kami memberikan penyuluhan ke pihak sekolah agar menggunakan dana BOS sesuai aturan main yang ada," jelasnya.

Sementara, Kepala Seksi Intelijen (Kasiintel) Kejari Brebes, Hardiansyah, menyatakan pihaknya menekankan kepada seluruh kepala sekolah agar tidak sewenang- wenang dalam mengelola dana BOS.

"Kami terus suarakan agar jangan disalahgunakan. Perhatikan juga petunjuk serta aturannya. Jika keluar dari petunjuk teknis yang ada, pastinya dapat menimbulkan persoalan hukum," ucapnya.

Baca: Honor Ratusan Guru Honorer di Kabupaten Pekalongan Andalkan Dana BOS

Seperti diketahui, dana BOS yang diterima SMK Kerabat Kita Bumiayu selama 3 tahun yakni 2015- 2017 dengan total sebesar Rp 4,9 miliar.

Hasil pemeriksaan, dari total itu yang diselewengkan kurang lebih setengahnya.

Sekolah menggunakan dana BOS untuk berbagai macam keperluaan di luar aturan sesuai peruntukannya.

Ada juga yang digunakan untuk keperluan pribadi.

"Semoga ini menjadi kasus terakhir. Jangan sampai terjadi lagi di kemudian hari. Kita juga nggak bosan menyosialisasikan penyuluhan hukum blusukan dari sekolah satu ke sekolah lain secara rutin," Hardiansyah menambahkan. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved