Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Warganet Sindir Acara Lomba Lari yang Melibatkan Mantan Napi Kanibalisme Sumanto di Purbalingga

Namun siapa disangka, acara yang terbilang sukses itu justru menimbulkan polemik kemudian.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: suharno
Sumanto saat mengikuti lomba lari bertajuk Klawing Playon Sonten di Kabupaten Purbalingga. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Lomba lari bertajuk Klawing Playon Sonten, Lari Dikejar Sumanto, (6/10/2018) pekan lalu berhasil menyedot perhatian khalayak.

Acara yang diiniasi Komunitas Pinggir Klawing (KPK) itu pun berlangsung meriah dengan diikuti sekitar 800 peserta.

Kehadiran Sumanto sebagai bintang tamu dalam acara itu jadi daya tarik tersendiri.

Namun siapa disangka, acara yang terbilang sukses itu justru menimbulkan polemik kemudian.

Paska kegiatan, event itu ternyata masih ramai dipergunjingkan di media sosial.

Kontroversi acara itu terlihat pada postingan video di akun instagram Opini.id. Video itu disertai kritik pedas terhadap Pemkab Purbalingga yang dinilai memakai Sumanto untuk daya tarik lomba.

Baca: Rini Puspitawati Model Cantik yang Kecelakaan di Sarangan Embuskan Nafas Terakhir

Pelibatan Sumanto dalam event lomba itu dinilai tak etis.

Stigma Sumanto sebagai eks kanibal justru semakin melekat.

Padahal, menurut akun tersebut, Sumanto sedang menjalani rehabilitasi karena gangguan mental.

Postingan ini pun mendapat beragam komentar pro maupun kontra dari warganet.

Seperti komentar akun Rizzalvinsa sebagai berikut,

"cara promosi itu kan banyak, tp knp harus pakai sumanto, pdhl sumanto itu masih jalani rehabilitasi. Ya mungkin sbg hiburan aja sih, tp klo buat aku sih, aku ga setuju. Dan ini ga lucu"

Adapula warganet yang berpendapat sebaliknya, seperti diungkapkan akun Ariefhidayatnurdin

"beradaptasi dan berinteraksi dgn masyarakat banyak adalah cara merehabilitasi sumanto ditahap penyembuhan, so jangan lah berfikiran terlalu negatif, pihak pemda dan panti rehabilitas sudah memikirkan itu."

Teguh Setiawan, Ketua Panitia Klawing Playon Sonten menyayangkan polemik yang menyertai acara tersebut.

Ia pun menampik kegiatan itu diadakan oleh Pemkab Purbalingga.

Lomba lari menyusuri tepi sungai Klawing itu murni diinisiasi oleh masyarakat, dalam hal ini Komunitas Pinggir Klawing (KPK).

"Mohon maaf ini bukan acara Pemkab. Ini ide kami, muncul dari tim KPK. Kami juga sayangkan, entah itu video yang bikin siapa," katanya.

Baca: Diduga Alami Rem Blong, Sebuah Truk Menabrak Median Jalan di Turunan Tanah Putih Semarang

Ia pun membantah narasi dalam video itu yang dinilainya bertolakbelakang dari kenyataan sebenarnya.

Pihaknya memang sengaja menghadirkan Sumanto dalam lomba lari tersebut.

Tetapi ia membantah pihaknya sengaja mengeksploitasi Sumanto demi kesuksesan acara, terlebih kepentingan pariwisata.

Menurut dia, Sumanto dilibatkan dalam kegiatan itu sebatas sebagai bintang tamu.

Adapun tema Lari Dikejar Sumanto, yang dianggap kontroversial, bagi dia, sebetulnya hanyalah bahasa market.

Tetapi jika pelibatan Sumanto dalam even itu pada akhirnya memicu polemik di masyarakat, ia pun tak segan meminta maaf.

"Kami minta maaf kalau itu jadi polemik," katanya.

Teguh meyakinkan, tidak ada niat penyelenggara untuk memperalat Sumanto.

Sebaliknya, pelibatan Sumanto dalam kegiatan tersebut justru memiliki tujuan positif.

Melalui acara itu, pihaknya ingin memberikan ruang sosialisasi bagi Sumanto.

Lomba itu dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan.

Dengan demikian, Sumanto bisa berinteraksi dengan masyarakat luas yang akan berdampak positif bagi perkembangan mentalnya.

Pun, baik peserta maupun bintang tamu saat kegiatan itu berlangsung, larut dalam kegembiraan.

Keberhasilan event itu dalam menarik animo masyarakat pun, menurut dia, bukan semata karena keberadaan Sumanto.

Panitia berhasil mengemas agenda itu dengan dengan berbagai kegiatan menarik untuk menggaet peserta, semisal Trabas dan Offroad.

"Kan dikemas dengan dengan kegiatan menarik lain seperti trabas, offroad," katanya.

Sebelumnya, awal 2018 lalu, nama Sumanto juga ramai diperbincangkan karena mendapat kehormatan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purbalingga.

Ia menjadi salah satu sampel kegiatan pencocokan dan penelitian (coklit) menyangkut data pemilih pada Pilkada 2018.

Sumanto dikunjungi KPU sebagai objek coklit saat itu, bersamaan dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko, Bupati Purbalingga Tasdi, Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, dan Ketua DPRD Purbalingga Tongat.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved