Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dalam Lima Tahun, Bunga Bakai Sudah Dua Kali Tumbuh di Pekarangan Rumah Eded

Bunga itu tumbuh di sekeliling tumbuhan di pekarangan depan rumah milik Eded Karnadi.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: galih pujo asmoro
Tribun Jateng/Rifqi Gozali
Eded Karnadi saat mencium bau bunga bangkai yang tumbuh di pekarangan rumahnya di Desa Nganguk, Kecamatan Kota Kudus, Senin (22/10/2018). Bunga itu kini sudah tidak berbau sebusuk hari sebelumnya yang baunya mencapai radius 30 meter. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Bunga bangkai tumbuh di pekarangan milik warga RT 3 RW 4 Desa Nganguk, Kecamatan Kota Kudus.

Bunga yang muncul sejak Jumat (19/10/2018) menimbulkan bau tidak sedap, layaknya bangkai.

Bunga itu tumbuh di sekeliling tumbuhan di pekarangan depan rumah milik Eded Karnadi.

Lelaki berusia 57 tahun itu tidak menyangka jika pekarangan di depan rumahnya ditumbuhi bunga berbau tidak sedap.

Kali pertama mengetahuinya, saat itu dia tengah membersihkan pekarangan.

Di balik tumpukan batu, dia melihat ada yang menyembul berwarna cokelat.

Setelah dibuka ternyata bunga bangkai.

Ini merupakan kali kedua setelah lima tahun yang lalu bunga serupa juga muncul di tempat yang sama.

“Mungkin kurang lebih seminggu umur bunganya,” kata Eded saat ditemui di kediamannya, Senin (22/10/2018).

Saat pertama ditemukan oleh Eded, bunga bangkai masih belum mekar sempurna.

Esok harinya lantas disiram agar terlihat lebih segar.

Tak ayal saat bunga mekar sempurna bau tak sedap pun tercium makin kuat.

“Baunya sampai sekitar 30 meter dari sini."

"Saat saya ke musala, baunya sampai menyengat saya ingat oh itu bau bunganya,” ucapnya.

Bunga yang mahkotanya berdiameter 40 sentimeter dan tinggi yang sama kini tak berbau semenyengat sebelumnya.

Tapi serangga dan lalat masih mengerumini putik bunga.

Mahkota bunga kini mulai layu.

Diperkirakan beberapa hari kemudian bunga akan mengering.

Keberadaan bunga bangkai itu membuat warga sekitar penasaran.

Ada yang datang untuk sekadar melihat, ada pula yang mengabadikannya menggunakan kamera telepon genggam.

Seorang warga bernama Sri Chilyati (53) salah satu yang penasaran.

Dia rela datang untuk melihat bunga yang jarang dijumpai.

Meski memiliki bau yang tidak nyaman saat terhidup oleh indra pencium, tapi rasa penasarannya jauh lebih besar.

Dia tahu keberadaan bunga dari unggahan di facebook, untuk mengobati rasa penasarannya, dia rela datang dari Kelurahan Sunggingan atau sekitar 3 kilometer dari tempat di mana bunga tumbuh.

“Saya tahu dari unggahan di facebook, terus saya ingin tahu, penasaran, maka saya datangi,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved