Rukimin Bersyukur, Pembangunan Pasar Rejosari Melalui APBD Kota Salatiga

Pembangunan lagi melalui pihak investor, melainkan dibangun murni menggunakan APBD Kota Salatiga.

Rukimin Bersyukur, Pembangunan Pasar Rejosari Melalui APBD Kota Salatiga
Tribun Jateng/ Deni Setiawan
Lokasi pembangunan Pasar Rejosari Kota Salatiga.  

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA -  Perwakilan pedagang Pasar Rejosari Kota Salatiga, Rukimin (56) bersyukur karena Pemerintah Kota Salatiga telah memastikan bakal membangun pasar tradisional yang pernah terbakar pada 2008 silam.

Pembangunan lagi melalui pihak investor, melainkan dibangun murni menggunakan APBD Kota Salatiga.

“Sudah sejak awal kami berkeberatan ketika pasar tersebut hendak dibangun melalui pihak ketiga. Itu pun terbukti saat ada pola investasi sejak 2015 itu, tak kunjung dibangun-bangun. Akibatnya nasib kami tidak pernah peroleh kejelasannya. Hanya disuruh menunggu dan menunggu,” kata Rukimin kepada Tribunjateng.com, Senin (22/10/2018).

Terlebih, di saat pedagang jam tangan itu serta puluhan pedagang lainnya mengetahui informasi harga kios serta los yang bakal ditentukan oleh pihak investor. Dimana harga kios sekitar Rp 6 juta permeter persegi atau sekitar Rp 4 juta permeter persegi untuk los.

“Itu mengapa pula kami sangat berkeberatan dan menyampaikan keluhan itu kepada pemerintah termasuk juga ke DPRD Kota Salatiga. Keluhan kami akhirnya bisa didengar dan ada kepastian, sistem investasi itu ditiadakan. Kini beralih murni menggunakan APBD,” tandasnya.

Dia menyampaikan, sesuai informasi terbaru yang diterima pedagang, dalam waktu dekat ini Pemkot Salatiga melalui Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Salatiga bakal membangunkan tempat penampungan pedagang sementara (TPPS) Pasar Rejosari.

“Sebenarnya sudah ada TPPS itu, tetapi milik investor. Karena diputuskontrak, lokasi tempat kami berdagang sementara itu diminta pemiliknya. Pemerintah sudah akan membangunnya di lokasi yang baru, di sekitar lahan pasar tersebut,” tuturnya.

Dari informasi yang diterimanya, direncanakan dalam waktu dekat TPPS itu bakal dibangun di sebelah barat kompleks Pasar Rejosari (Pasar Sapi) Jalan Hasanuddin Kota Salatiga. Jumlah kios sementara yang bakal dibangun sekitar 111 unit. Los sekitar 72 unit dan 25 unit bagi pedagang kaki lima (PKL).

“Jika benar jumlahnya segitu, sudah cukup untuk kami berjualan. Sebab, kini tidak lebih dari separonya yang eksis (pedagang Pasar Rejosari). Yang separonya lagi dikontrakkan, atau pindah ke lokasi lain karena ketidakjelasan pembangunan pasar tersebut kala itu,” tandasnya.

Secara umum pihaknya berharap, TPPS Pasar Sapi yang hendak disediakan Pemkot Salatiga, cukup representatif bagi pedagang berjualan. Para pedagang hingga saat ini pun mayoritas bersyukur karena diambil-alih pemerintah.

“Harapannya, pembangunan pasar melalui dana pemerintah tersebut dapat segera dibangun. Dahulu di pasar ini totalnya ada sekitar 400 pedagang. Tetapi kini yang masih aktif tidak lebih dari 100 pedagang,” bebernya.

Harapan serupa juga dilontarkan pedagang sembako Pasar Rejosari, Tatik (47).

Dia yang juga tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Rejosari Kota Salatiga itu berharap agar TPPS yang hendak dibangun pemerintah bisa lebih layak dibandingkan yang saat ini –dibangun pihak investor kala itu--.

“Kami harapkan juga bisa dibangun satu atap, tidak terpisah-pisah. Prinsip kami sangat berharap bisa lebih representatif. Kalau yang saat ini tidak nyaman dan terlalu sempit. Memang benar itu tempat sementara, tapi kesannya tidak sementara karena sudah sangat lama pasar sesungguhnya tidak dibangun-bangun,” sindirnya. (dse)

Penulis: deni setiawan
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved