Konco EO Semarang Gelar Talkshow, Inspirasi Para Anak Muda
Sehingga dirinya berharap dapat mewujudkan keinginan itu, apalagi mumpung masih muda.
Penulis: Dwi Laylatur Rosyidah | Editor: suharno
Laporan Reporter Tribun Jateng, Dwi Laylatur Rosyidah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Nadia langsung mengutarakan keinginannya untuk bisa menjadi bagian dari pembuat event saat sesi sharing talkshow bertajuk "The Expert's", Selasa (23/10/2018) di Lot 28 Semarang Jawa Tengah.
Dirinya yang datang dari Jepara, mengaku belajar banyak terkait pembuatan event yang ternyata kompleks.
Sehingga keinginan yang sempat tertunda itu muncul kembali.
"Dulu pada saat saya masih SMP sempat ada keinginan untuk menjadi bagian dari orang backstage dalam sebuah acara, terus keinginan itu hilang. Tapi setelah mengikui talkshow ini, keinginan itu hadir kembali," ujarnya kepada Tribunjateng.com.
Apalagi mahasiswi jurusan Sistem Informasi Unisnu Jepara itu mendapat motivasi dari teman-temannya untuk bisa membuat event organizer.
Hal tersebut lantaran di Jepara sendiri diakuinya masih sangat minim kegiatan besar dan jarang sekali ada event organizer (EO) profesional.
"Sebenarnya motivasi datang dari dari teman-teman, karena di Jepara masih jarang sekali EO, bahkan belum ada. Di Jepara eventnya sedikit," lanjutnya.
Baca: Ingin Buat Event Menarik? Jangan Lewatkan Talkshow dari Konco EO Semarang
Sehingga dirinya berharap dapat mewujudkan keinginan itu, apalagi mumpung masih muda.
Keinginan Nadia yang diutarakan itu langsung disambut hangat oleh Hary Awil Kurniawan, keynote speaker pada acara ini.
Namun Awil, mengingatkan bahwa untuk menjadi event organizer harus memiliki yang utama adalah passion.
"Jangan sampai menekuni hal ini hanya karena pelarian, misal hanya karena dari pada nongkrong saja di kampu jadi saya ikutan atau dari pada nganggur. Jangan sampai," tandanya.
Awil menjelaskan bahwa profesi event organizer bisa menjadi pegangan hidup, bukan hanya sebatas sampingan saja.
Dirinya menyebut bahwa putaran uang di industri ini mencapai triliunan.
"Jangan tanggung-tanggung jika berkecimpung di dunia ini. Sehingga dengan passion itu maka dalam mengerjakan sesuatu yang itu senang, enjoy. Kalau tidak suka, jangan," lanjutnya sekali lagi.
Baca: Gol Bruno Silva di Pengujung Laga Bawa PSIS Semarang Taklukan Sriwijaya FC
Hal tersebut diaminkan oleh Debora Sharon yang juga keynote speaker di sana.
Dirinya menekankan bahwa tidak ada istilah 'expert' untuk industri event organizer lantaran perkembangan dunia event masih teramat panjang.
Sehingga passion menjadi hal yang mutlak diperlukan agar bisa survive.
"Event itu by experince, dalam pembuatan sebuah acara maka yang dihadapi itu 1 klien 1 solusi. Tidak ada istilah expert, pemula dan yang sudah memiliki EO harus tetap belajar," paparnya.
Selain itu juga menjelaskan bahwa tidak ada template untuk sebuah acara, karena industri ini adalah custom activity.
Pelaku usaha harus berupaya memenuhi keperluan dan kesenangan dari banyak orang.
Talkshow 'The Expert's' digelar oleh komunitas 'Konco EO' Event Organizer Semarang yang rencananya akan dirutinkan.
Sehingga pada acara ini sengaja menggandeng Hary 'Awil' yang merupakan Co Founder Backstagers dan Debora 'Debby Sharon' selaku managing director Detail Communication.
Ketua pelaksana, Hasbi Ash shiddiqi menuturkan bahwa acara ini mengusung tema 'Challenge Your Passion' ini, yang belajar dunia EO dari basic.
Program sharing yang diharapkan dapat menambah informasi dan experience ini harapannya dapat dilakukan berseri.
"Harapannya ada The Expert's seri 1, 2, 3 dan seterusnya. Karena untuk yang pertama ini kita belajar dari hal dasar, yaitu passion. Rencananya minimal ada setahun dua kali bagi The Expert's untuk materi lanjutan," katanya.
Ketua Konco EO Semarang, Eling Wasito Adi berharap dengan adanya program ini dapat membantu menaikkan level pelaku bisnis EO di Semarang agar bisa sama dengan EO nasional lain.
Hal tersebut dijelaskannya sesuai dengan visi komunitas yaitu meningkatkan kualitas EO masing-masing dengan knowledge dan attitude.
"Sehingga para peserta dapat memiliki ketrampilan dalam membuat kegiatan tidak asal kadar tahunya," jelasnya.
Selain itu, ke depan diharapkan ada standarisasi dan sertifikasi untuk pelaku yang tergabung di konco EO khususnya untuk meminimalisir problem yang rawan terjadi di industri ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/aksi-panggung_20181023_221335.jpg)