Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

120 Anak Terlantar di Kota Tegal Dapat Pembinaan Selama 4 Hari

Setidaknya ada sebanyak 120 anak terlantar di Kota Tegal mendapatkan pembinaaan dari Dinas Sosial

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Akhtur Gumilang
pelatihan di Balai Kecamatan Margadana. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Setidaknya ada sebanyak 120 anak terlantar di Kota Tegal mendapatkan pembinaaan dari Dinas Sosial.

Pembinaan sendiri dilakukan secara bertahap di empat Kecamatan selama empat hari dengan tujuan untuk memberikan bekal kepada anak.

Plt Camat Margadana, Agus Santoso mengatakan pembinaan kepada anak terlantar tersebut dilakukan supaya mereka memiliki bekal.

Terutama, tambah Agus, bekal pendidikan yang layak dan tepat saat pembinaan yang berlangsung sejak Senin (22/10/2018) lalu hingga Kamis (25/10/2018) ini di Balai Kecamatan Margadana, Kota Tegal.

Dia menambahkan bahwa pembinaan tersebut sebagai salah satu cara agar mereka tidak kembali turun ke jalan.

"Pembinaan tersebut dilakukan supaya anak memiliki bekal pendidikan yang layak dan tidak turun ke jalan," kata Agus kepada Tribunjateng.com, Kamis (25/10/2018).

Sementara itu, Penyuluh Agama KUA Margadana, Darsiti mengungkapkan bahwa ratusan anak itu harus dijauhkan dari jalanan agar tidak mudah terkena Narkoba.

Cara itu harus dilakukan dengan memberikan pendidikan agama kepada anak.

Sehingga nantinya, para anak tersebut memilki ilmu agama yang cukup.

Untuk itu, program pembinaan seperti ini harus terus dilakukan.

"Mereka jangan sampai buta huruf. Untuk itu, mari kita memberikan semangat kepada mereka agar mau belajar," ungkap Darsiti, Selasa, (23/10).

Sementara itu, Psikolog Anak dari RSUD Kardinah, Andriyani menyampaikan usia anak-anak memang sangat rentan dengan hal yang baru di sekitarnya.

Maka, mereka harus dijauhkan dari jalanan karena ketika sudah turun maka anak-anak akan sulit untuk dikendalikan.

"Bekal pendidikan dan agama memang sangat diperlukan. Hal itu harus dilakukan, untuk menjaga perilaku anak supaya bisa dikendalikan," ujar Andriyani. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved