BRT Trans Semarang Terima 642 Keluhan dan Saran, Driver Paling Banyak Dikeluhkan

BRT Trans Semarang menerima 642 keluhan dan saran selama periode Januari hingga 20 Oktober 2018

BRT Trans Semarang Terima 642 Keluhan dan Saran, Driver Paling Banyak Dikeluhkan
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Sejumlah pelajar sedang menunggu bis Trans Semarang di jalan Sutomo Kota Semarang, Selasa (16/10). Keberadaan BRT sangat membantu mengurangi kemacetan di Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - BRT Trans Semarang menerima 642 keluhan dan saran selama periode Januari hingga 20 Oktober 2018.

Saran tersebut melalui call center 1 5000 94, Lapor Hendi, surat kabar, SMS, dan berbagai media sosial berupa WhatsApp, Instragram, Twitter, serta Facebook.

Kepala Badan Layanan Umum UPTD Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan menjelaskan, keluhan dan saran yang masuk dikelompokkan menjadi beberapa klasifikasi, di antaranya ada 40 keluhan maupun saran terkait armada tidak merapat shelter, 143 keluhan maupun saran pelayanan driver, 84 keluhan maupun saran kondisi bus, 68 keluhan maupun saran kondisi shelter.

Selain itu, ada 22 keluhan maupun saran interval waktu pelayanan, 73 keluhan maupun saran pelayanan petugas, 23 keluhan maupun saran terkait tiket, 2 keluhan terkait jalur tidak sesuai, 43 komplain rute, komplain peumpang penuh tidak ada keluhan/saran, 1 permintaan jalur khusus, 68 permintaan penambahan shelter, 31 permintaan penambahan armada, 29 saran penambahan jam layanan, dan 15 saran penambahan rute.

Sementara, tercatat jumlah keluhan dan saran yang diterima 83 pada Januari, Februari sebanyak 105 , Maret sebanyak 80, April sebanyak 55, Mei sebanyak 43, Juni sebanyak 52, Juli sebanyak 79, Agustus sebanhak 41, September sebanyak 68, dan Oktober sebanyak 36.

Sedangkan total keluhan dan saran yang diterima sebanyak 642, itu berasal dari 7 koridor yang saat ini telah berjalan, yakni koridor 1 Mangkang - Penggaron, koridor 2 Sisemut – Terboyo, koridor 3 Pelabuhan – Elizabeth, Koridor 4 Cangkiran – Tawang, Koridor 5 Meteseh – Bandara, koridor 6 Undip – Unnes, dan Koridor 7 Genuk – USM – Balaikota.

Ade Bhakti menambahkan, keluhan dan saran dari pengguna jasa diperlukan untuk terus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat dan pengguna jasa.

“Keluhan dan saran yang diberikan memotivasi kami untuk terus berbenah. Laporan yang masuk segera kami tindaklanjuti. Selama tahun 2018 sebanyak 30 driver yang tidak dapat memberikan pelayanan maksimal saat Operasional armada, baik ngebut ugal-ugalan, menerobos lampu merah, Laka, tidak disiplin, telah kami keluarkan,” jelasnya, Kamis (25/10).

Adapun rata-rata pengguna jasa BRT Trans Semarang 2018, dalam sehari mencapai 30.000 orang. Pengguna jasa meningkat seiring dengan kemudahan bertransaksi dalam pembayaran.

"Saat ini untuk pembayaran selain dengan pembayaran tunai, pengguna jasa dapat menggunakan transaksi nontunai," ucap Ade.

Transaksi nontunai yang bisa digunakan, imbuhnya, ada E-BRT, BRIZZI, Tapcash, Tcash, OVO, dan Go Pay.

Beberapa promo juga ditawarkan oleh BRT Semarang, seperti Promo Pembayaran dengan Go Pay hanya Rp 9 Hingga 31 Oktober 2018, promo pembayaran dengan Tcash mendapat diskon 50% hingga akhir tahun, dan promo Naik BRT Trans Semarang dengan TapCash Umum Rp 2.500 dan pelajar Rp 500 hingga 31 Desember 2018.

Ade menyatakan, target penumpang Trans Semarang pada tahun 2018 sebanyak 12.847.536 orang penumpang, meliputi 7.030.816 penumpang umum dan 5.816.720 penumpang pelajar. Jika dirupiahkan total target pendapatan tahun 2018 adalah Rp 30.424.576.000. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved