Kecewa dengan Sistem Seleksi, Calon Anggota KPU Gugat Timsel ke PTUN Semarang

Beberapa calon anggota KPU menggugat tim seleksi (timsel) wilayah VI Jateng ke PTUN Semarang

Kecewa dengan Sistem Seleksi, Calon Anggota KPU Gugat Timsel ke PTUN Semarang
tribunjateng.com/galih permadi
LOGO Komisi Pemilihan Umum (KPU) 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Beberapa calon anggota KPU menggugat tim seleksi (timsel) wilayah VI Jateng ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang.

Mereka kecewa dengan sistem seleksi yang dipandang tidak transparan.

Ketua timsel wilayah VI Nur Hidayat Sardini ketika dikonfirmasi Tribun Jateng, Jumat (26/10/2018) menyebut pihaknya menghormati langkah yang ditempuh oleh para penggugat.

"Karena demikianlah cara bernegara yang benar. Namun kami ini hanya penerima mandat dari KPU untuk menjaring calon anggota KPU dan otoritas penyaringannya ada di KPU sebagai pemberi mandat," jelas Sardini.

Ia menyebut sebagai pihak yang diberi mandat, apapun keputusan selalu ia konsultasikan kepada KPU sesuai prosedur.

Sardini memastikan timsel tidak akan bisa bekerja tanpa petunjuk pemberi mandat.

Begitu juga terkait munculnya surat keputusan tim seleksi yang kedua dan nama-nama yang tercantum lolos berbeda dengan yang pertama.

"Ketiga kami siapkan jawaban yang sudah seharusnya kami jawab dengan cara begitu nanti biar lebih clear di pengadilan TUN."

"Bahwa apakah proses seleksi nanti dihentikan kami menunggu proses pengadilan," tandasnya.

Terkait munculnya surat keputusan tim seleksi yang kedua dan nama-nama yang tertulis sebelumnya dicoret, ia mengaku tidak tahu secara pasti.

Meski demikian ia mendengar kabar ada standar seleksi yang kemudian dinaikan.

"Hal itu kemudian memunculkan koreksi dari KPU, kemudian karena kami hanya penerima mandat ya langsung saja mengikuti apa yang diperintahkan," tandasnya.

Ia menyatakan koreksi dari KPU itu bukan hanya di timsel VI Jateng yang membawahi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, Demak dan Kota Salatiga saja.

"Hal serupa juga ada di Sulawesi, Pekalongan, Pati, kalau saya menduga ini ada sistem yang mungkin bermasalah," pungkasnya. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved