Luncurkan Buku Pokja Gerakan Literasi Kabupaten Tegal, Umi Pesan Bacalah Minimal 15 Menit Sehari

Menurut dia, meningkatkan minat membaca di kalangan siswa memang salah satu tantangan tersendiri

Luncurkan Buku Pokja Gerakan Literasi Kabupaten Tegal, Umi Pesan Bacalah Minimal 15 Menit Sehari
Tribunjateng.com/Akhtur Gumilang
Peluncuran Buku Gerakan Literasi Nasional oleh Bupati Tegal, Umi Azizah. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Bupati Tegal, Umi Azizah berpesan agar para siswa dan pelajar lainnya menerapkan gerakan membaca membuku minimal 15 menit dalam sehari.

Hal itu diungkapkan Umi saat membuka acara Peluncuran Buku Pokja Gerakan Literasi Nasional dalam rangka Peringatan Bulan Bahasa, di Kampung Moci, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jumat (26/10/18).

Menurut dia, meningkatkan minat membaca di kalangan siswa memang salah satu tantangan tersendiri.

Sebab, mayoritas siswa belum terbiasa membaca di luar kegiatan belajar di sekolah.

Maka dari itu, kata Umi, perlu adanya peran atau dukungan dari guru dengan menerapkan gerakan membaca membuku minimal 15 menit dalam sehari.

“Disinilah peran guru dan kompetensi guru sebagai mentor siswa sangat diperlukan,” ujar Umi kepada Tribunjateng.com

Berdasarkan data yang ada, literasi Indonesia menduduki posisi 60 dari 61 negara di dunia.

Salah satu parameter pembangunan sebuah daerah dapat dilihat dari tingkat literasi masyarakatnya.

Dalam kesempatan ini, Umi mengajak peran serta guru dalam memberikan pemahaman pentingnya literasi pada anak didik.

“Tugas guru sebagai orangtua di sekolahan adalah memperkenalkan buku dan membuat kegiatan membaca menjadi menyenangkan,” ujarnya.

Rendahnya kemampuan siswa dalam membaca teks panjang dan mendetail, tentunya memerlukan upaya yang lebih gencar di sekolah untuk pembiasaan membaca, menganalisis dan merefleksikan teks.

Untuk itu Umi sangat mendukung penuh atas peluncuran Buku Pokja GLN Kabupaten Tegal, yang nantinya dapat mendorong minat literasi di kalangan siswa melalui peran guru.

“Ini adalah upaya kita bersama dalam memperkuat pendidikan karakter bangsa sebagai ruh dan pondasi pelestarian kebudayaan untuk mengembalikan jati diri bangsa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” terangnya. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved