Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Agus Noor, Penulis Naskah Sentilan-Sentilun Buat Kumpulan Cerpen Tentang Formalitas Agama

Penulis naskah sentilan-sentilun ini akan menulis kegelisahan masyarakat terkait formalitas agama.

Tayang:
Penulis: Bare Kingkin Kinamu | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/BARE KINGKIN KINAMU
Agus Noor (dua dari kanan) saat menemui wartawan usai acara di Taman Indonesia Kaya Kota Semarang, Sabtu (27/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Isu agama menjadi hal sensitif bahkan menjadi bahan untuk dikambinghitamkan oleh kepentingan politik maupun kelompok tertentu.

Agus Noor, sastrawan jebolan Institut Seni Indonesia Yogyakarta ini menangkap adanya hal tersebut.

Beberapa pembaca Agus Noor, sering memanggilnya dengan sebutan Pangeran Kunang-kunang.

Ada sosok Kunang-kunang yang pernah Agus tulis pada cerpen Cinta Tak Pernah Sia-sia.

Melalui kumpulan cerita pendek (cerpen) yang Agus Noor sekarang, penulis naskah sentilan-sentilun ini akan menulis kegelisahan masyarakat terkait formalitas agama.

"Ini saya sedang menggarap kumcer formalitas agama, ya tentang perilaku orang beragama," tutur sastrawan kelahiran Tegal ini, Agus Noor kepada Tribunjateng.com, Sabtu (27/10/2018).

Baca: Hasil Liga Inggris Liverpool 4-1 Cardiff City, The Reds Kebobolan Usai 918 Menit Clean Sheet

Beberapa kumcer Agus Noor telah diterbitkan oleh Kompas Gramedia, seperti Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia.

Dalam cerita pendek ini mengisahkan variasi kematian yang tragis.

Biasanya, Agus Noor mengangkat isu terkini tentang kehidupan sosial terkait perempuan, cita-cita, keputusasaan hidup yang sekaligus menawarkan kesempatan untuk lebih baik.

Kumcer lain Agus Noor yakni Cerita Buat Para Kekasih, Lelucon Para Koruptor, Cinta Tak Pernah Sia-sia, dan lainnya.

Satu cerita pendeknya yang berjudul Potongan Cerita di Kartu Pos yang termuat dalam antologi Un Soir Du Paris juga mengisahkan kegetiran nasib sebagai perempuan.

"Ha-ha-ha kalau di Kumpulan Cerpen (Kumcer) yang baru saya garap saat ini judulnya nanti Seekor Sapi yang Bermimpi Menjadi Nabi," Agus Noor berujar sembari tertawa kepada Tribunjateng.com.

Baca: Bayi di Kota Semarang yang Viral Karena Dianiaya Belum Mendapatkan ASI Selama 3 Bulan

Dengan santai Agus Noor mengungkapkan ia ingin pembacanya tidak menghalalkan darahnya.

"Hahaha, semoga saja darahku tidak dihalalkan," celetuknya.

Pria kelahiran 50 tahun silam ini tampak santai dan menikmati hidupnya dalam bekarya.

"Semoga pembaca saya tidak menghalalakan darah orang," jelas Agus Noor.

Dari keterangan Agus Noor, seni sudah menjadi aliran denyut nadinya.

Berkarya di dunia seni adalah panggilan jiwa. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved