Pembangunan Pasar Rejosari Salatiga Diproyeksikan Capai Rp 20 Miliar, Pemkot Yakin Disetujui

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Salatiga Daryadi optimis usulan bakal disetujui.

Pembangunan Pasar Rejosari Salatiga Diproyeksikan Capai Rp 20 Miliar, Pemkot Yakin Disetujui
TRIBUN JATENG/DENI SETIAWAN
Kondisi eks lahan Pasar Rejosari atau Pasar Sapi yang kini bangunan permanennya telah rata dengan tanah, Senin (6/11/2017). Sejak 2015 silam, kompleks pasar yang pernah terbakar pada 2008 silam itu diratakan dengan tanah dan oleh pihak investor hendak dibangun kembali. Tetapi hingga sekarang belum terealisasikan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Pemerintah Kota Salatiga memproyeksikan bakal menelan dana sekitar Rp 20 miliar untuk membangun Pasar Rejosari atau yang populer disebut Pasar Sapi yang berada di Jalan Hasanudin Kelurahan Mangunsari Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga itu.

“Sudah dipastikan pembangunan pasar tersebut gunakan APBD Kota Salatiga. Untuk usulan alokasi anggaran pembangunan itu saat ini sudah sudah dimasukkan ke dalam Kebijakan Umum APBD-Prioritas dan Platfon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Pemkot Kota Salatiga Tahun Anggaran Penetapan 2019,” kata Plt Kepala Dindag Kota Salatiga Ardiyantara, Senin (29/10/2018).

Dia menyampaikan, besaran proyeksi alokasi anggaran pembangunan pasar yang kala itu atau pada 2008 silam terbakar itu baru sebatas usulan.

Sebab sebelumnya harus melewati pembahasan bersama pihak legislatif –DPRD Kota Salatiga--.

Baca: Ini Nama-nama Calon Kadishub dan Kadindag Kota Salatiga

“Kami belum mengetahui nantinya besaran alokasi sekitar Rp 20 miliar itu disepakati atau tidak. Saat ini masih dibahas bersama, antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkot Salatiga dan Komisi B DPRD Kota Salatiga. Semoga saja disetujui. Tetap secara prinsip, jika disetujui, kami akan bangun pada 2019 mendatang,” tukasnya.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Salatiga Daryadi optimis usulan besaran anggaran pembangunan pasar tersebut bakal disetujui pihak legislatif.

Sebab, sejak awal pula pihak legislatif meminta pasar tersebut bisa dibangun melalui APBD atau dana pemerintah.

“Kami yakin disetujui. Rp 20 miliar itu hanya untuk pembangunan fisik pasar. Eksekusinya pada awal 2019 mendatang. Dalam waktu dekat ini, untuk sementara waktu kami bangunkan tempat penampungan sementara (TPS) pedagang. Sudah disepakati, totalnya Rp 300 juta,” tandas Daryadi. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved