Beri Arahan Pleno Bursa Inovasi Desa, Bupati Haryanto: 'Sing Penting Tindak Lanjute'
Tiga klaster model tersebut nantinya akan disajikan dalam Bursa Inovasi Desa yang digelar tepat selesai kegiatan pleno.
Penulis: Dwi Laylatur Rosyidah | Editor: suharno
Laporan Reporter Tribun Jateng, Dwi Laylatur Rosyidah
TRIBUNJATENG.COM, PATI - Tim Inovasi Kabupaten Pati Jawa Tengah gelar pleno untuk ekspose substansi Program Inovasi Desa (PID) di pendopo kabupaten, Selasa (30/10/2018).
Sebanyak 401 desa dengan sekitar 1.400 orang menjadi peserta dalam kegiatan ini.
Kepala Dispermades Pati, Muhtar menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk terusan dari Kementerian Desa untuk menyikapi dinamika pembangunan desa seiring dengan UU desa.
"Program Inovasi Desa merupakan strategi dalam rangka mendukung percepatan, efektifitas dan efisiensi proses pembangunan desa. Khususnya dalam pengelolaan dana desa," jelasnya.
Baca: SMA 1 Pati Segera Gelar Salat Gaib untuk Alumnusnya yang Jadi Korban Kecelakaan Lion Air JT 610
Untuk memberikan kemudahkan dalam memilih, maka Tim Inovasi menuangkannya dalam tiga klaster.
Klaster tersebut yaitu pembaruan sektor infrastruktur desa, membangun sektor ekonomi desa dan pilihan inovasi membangun sumber daya manusia desa atau karakter building.
Tiga klaster model tersebut nantinya akan disajikan dalam Bursa Inovasi Desa yang digelar tepat selesai kegiatan pleno di alun-alun Pati.
Bupati Pati, Haryanto menyambut hangat Bursa Inovasi ini karena tujuannya yang baik.
"Pada dasarnya, selaku kepala daerah saya selalu mendorong upaya-upaya pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten untuk berinovasi," paparnya.
Baca: Minimalisir Serangan Penyakit, Bupati Pati Ajak Masyarakat Lakukan Germas
Kalau punya produk inovasi, lanjutnya, sudah barang tentu menjadi tujuan adalah permberdayaan, peningkatan ekonomi dan bisa menjadi daya saing daerah tersendiri.
Pleno PID ini juga sekaligus menjadi strategi menjawab peluang pengembangan optimaslisasi dan pemanfaatan potensi desa.
Secara khusus, dua kegiatan yang bersinergi ini juga bertujuan untuk mendiseminasikan kepada seluruh pemangku kebijakan.
"Sing penting tindak lanjute (yang penting tindak lanjutnya), tidak hanya pembukaan seremonil saja," tegas Haryanto.
Dirinya menghimbau untuk jangan mencari kekurangan orang lain, tapi bagaimana mencari upaya-upaya melengkapi yang kurang tersebut.
Ketekunan dan kekompakan pemerintah desa juga dijelaskannya menjadi kunci untuk dapat melahirkan produk yang inovatif dan BUMDes yang maju.
Bupati Pati ingin bahwa setelah bursa desa, tak lagi terjebak pada kegiatan fisik semata dan banyak melaksanakan kegiatan dan program yang mendukung program peningkatan kapasitas masyarakat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/musyawarah_20181030_220156.jpg)