Harap Santri Bisa Bersaing, Pemkot Pekalongan Gelar Lokakarya Kewirausahaan
Kota Pekalongan gelar lokakarya untuk para santri. Kegiatan itu bertujuan agar para santri bisa bersaing.
Penulis: budi susanto | Editor: galih pujo asmoro
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Ratusan santri berkumpul di Gedung Serbaguna Hotel Sahid Mandarin Pekalongan, Selasa (30/10/2018).
Mereka berkumpul dalam acara lokakarya kewirausahaan dengan tema santri mahir membuat laporan keuangan.
Acara tersebut digelar oleh Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Dinparbupora) Kota Pekalongan bersama Perkumpulan Akuntan Muda Jawa Tengah.
Penyelenggaraan lokakarya itu bertujuan agar para santri bisa bersaing dan mahir mengelola keuangan usai lulus menempuh pendidikan di pondok pesantren.
Selain itu, jajaran Pemkot menginginkan pondok pesantren sebagai tempat menimba ilmu agama, juga mampu memberikan pelajaran lain.
Misalnya pelatihan usaha dan tata cara membuat laporan keuangan agar santri tidak tergerus oleh dunia modern.
Rohmasiami (16) satu di antara peserta dari Pondok Pesantren Alhadi Minallissunnah Waljamaah kota Pekalongan menerangkan, meski di pondok belum ada program pengelolaan keuangan, namun gadis 16 tahun tersebut mau belajar dengan mengikuti berbagai seminar.
"Kami memang belum pernah diberikan pelajaran tentang tata cara membuat laporan keuangan."
"Namun kami belajar sendiri dan terus mengikuti seminar-seminar," katanya, Selasa (30/10/2018).
Ia senang dengan adanya dorongan dari pemerintah terkait pelajaran tentang keuangan, yang diterapkan di pondok pesantren.
"Sebagai santri kami ingin tidak hanya pandai ilmu agama."
"Tapi juga pandai akan ilmu lainya seperti pengelolaan keuangan," jelasnya.
Adapun Wali Kota Pekalongan Saelany Mahfudz menambahkan, di Kota Pekalongan terdapat 34 pondok pesantren dengan jumlah santrinya mencapai ribuan orang.
"Pendidikan di pondok pesantren sekarang tidak hanya diajarkan ilmu keagamaan saja, melainkan ilmu yang lain, seperti akuntansi dan kewirausahaan," jelasnya.
Dikatakan Saelany, pekerjaan yang digeluti di Pekalongan didominasi oleh wirausaha, khususnya di bidang usaha batik.
Dan sangat relevan dengan kegiatan edukasi tentang pengelolaan keuangan, khususnya bagi santri yang ingin belajar tentang kewirausahaan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sejumlah-santri-dari-kota-pekalongan-dan-sekitarnya-ikuti-lokakarya-kewirausahaan_20181030_201159.jpg)