Negara yang Hampir Jadi Penguasa Dunia Sepanjang Sejarah (2)

Di masa jayanya, Kekalifahan Umayyah menguasi hampir sepertiga populasi dunia

Negara yang Hampir Jadi Penguasa Dunia Sepanjang Sejarah (2)
Wikipedia
Colosseum, salah satu sisa kejayaan Kekaisaran Romawi. 

Jika masa ini ikut dihitung maka Kekaisaran Romawi secara total berdiri selama 1.480 tahun.

Sebab, saat kekaisaran ini pecah pada abad ke-5 masehi, kerajaan itu hanya berubah nama menjadi Kekaisaran Byzantium di wilayah timur Eropa hingga 1453 saat ditaklukkan Ottoman.

Di masa jayanya, Kekaisaran Romawi menguasai seperempat wilayah dunia yang sudah diketahui saat itu.

Untuk menjaga stabilitas wilayahnya, Romawi memiliki dua hal yaitu militer yang amat kuat serta teknologi maju untuk memakmurkan rakyat koloninya.

Satu hal yang dilupakan pemimpin Romawi saat itu adalah wilayah kekaisaran itu menjadi terlalu besar hingga semakin sulit diawasi.

Alhasil, banyak pemberontakan dan perang saudara di dalam wilayahnya yang perlahan namun pasti membawa kekaisaran ini ke titik terendahnya.

Meski demikian, Kekaisaran Romawi meninggalkan warisan besar untuk dunia salah satunya adalah tersebarnya agama Kristen dan Gereja Katolik mengadopsi sistem organiasi serta bahasa Latin yang digunakan Romawi saat itu.

4. Kekaisaran Persia (550-330 SM)

Kekaisaran Persia mendominasi Timur Tengah selama 220 tahun dari pusat pemerintahannya yang kini dikenal sebagai Iran.

Di masa kejayaannya, Persia memerintah 50 juta orang, yang saat ini mungkin terbilang kecil, tetapi di masa itu mencakup 44 persen penduduk dunia.

Persia menguasai Mesir, sebagian Afghanistan dan Pakistan, serta hampir seluruh daratan Yunani.

Kekuasaan Persia hanya mendapat perlawanan dari dua negara kota Yunani yaitu Athena dan Sparta, yang uniknya mengadopsi sebagai kebudayaan Persia.

Umur Kekaisaran Persia mungkin akan lebih panjang jika kematian Kaisar Darius III tidak dibarengi serbuan Alexander Agung dari Macedonia.

Setelah mengalahkan Darius, Alexander mengangkat dirinya sendiri sebagai penerus Darius dan merebut sebagian besar wilayah timur Persia untuk menjadi wilayah Macedonia.

Alexander memukul mundur pasukan Persia hingga ke Iran, meski demikian dia tak bisa menaklukkan seluruh Persia.

Dan, kekaisaran yang dibangun Alexander pecah ketika dia meninggal dunia dalam usia baru 32 tahun.

5. Kerajaan Inggris (1603-1997)

Inggris diakui sebagai kerajaan terbesar di dunia dengan sempat menguasai 30 persen wilayah dunia dan seperempat penduduk dunia atau hampir mencapai 500 juta orang.

Kondisi itu terjadi setelah koloninya di Amerika merdeka meski masih mewarisi bahasa, nasionalisme, dan filosofi khas Inggris.

Secara umum pengaruh Inggris tak diragukan lagi.

Negeri ini memperkenalkan demokrasi perwakilan ke seluruh dunia dan menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa "persatuan" dunia.

Meski demikian Inggris juga mewarisi "kejahatan", di masa kolonial jutaan orang tewas karena kelaparan, di kamp tawanan, atau dibantai karena menentang kekuasaan negeri itu.

Setelah secara efektif berkuasa selama 394 tahun, Kekaisaran Inggris berakhir secara resmi setelah Hongkong kembali ke tangan China pada 1997.

Meski demikian, warisan kekaisaran Inggris masih hidup dalam bentuk lembaga persemakmuran. (*)

Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved