Pengancam Pembakar Kantor Banser Dilaporkan ke Polda Jateng

M Taufik Hidayat, pengurus GP Ansor Jawa Tengah melaporkan tokoh Gempa ke Polda Jateng, terkait ancaman pembakaran kantor Banser

Pengancam Pembakar Kantor Banser Dilaporkan ke Polda Jateng
Istimewa
Taufik Hidayat (tengah) didampingi sejumlah advokat dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Jawa Tengah, seusai melaporkan kasus ancaman terhadap Banser di Polda Jateng. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang warga yang diduga mengaku sebagai pimpinan Gerakan Muslim Penyelamat Akidah (Gempa) Jawa Tengah, berinisial M, asal Kabupaten Pati, dilaporkan ke Polda Jawa Tengah terkait seruan ancaman terhadap Banser.

M dilaporkan oleh Taufik Hidayat yang merupakan pengurus Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah, ke Direktorat Reskrimsus Polda Jateng, Senin (29/10/2018).

”Yang bersangkutan mengeluarkan seruan ancaman untuk membakar kantor-kantor Banser di Jawa Tengah, dan melakukan sweeping kepada Banser. Kami tidak ingin ada kegaduhan, maka kami sebagai warga negara Indonesia memilih melaporkannya ke pihak berwajib agar secepatnya ditindak,” kata Taufik dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/10/2018).

Saat melapor, Taufik didampingi sejumlah penasihat hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Jawa Tengah, antara lain Denny Septiviant, Ahmad Rif’an Nawawi, Rabith Madah Khulaili Harsya, Saiful Aziz, Ihyaul Arifin, dan Ali Jahirin.

Menurut Direktur LBH Ansor Jawa Tengah Denny Septiviant, M diduga telah mengunggah ke platform chat media sosial yaitu Whatapps setidaknya 3 file audio yang berisi seruan dan ancaman.

”Antara lain, meminta Nahdlatul Ulama (NU) membereskan Banser, apabila tidak sanggup maka Gempa Jawa tengah yang akan membereskannya. Kemudian meminta kepada kepolisian supaya tidak terjadi chaos di jalan-jalan untuk menangani dan selesaikan pembakaran bendera HTI,” ungkap Denny.

Apabila poin-poin di atas tidak dilaksanakan, sambung perwakilan LBh Ansor Jateng lainnya, Saiful Azis, maka M bersama Gempa Jateng, siap melakukan sweeping kepada Banser dan akan membakar kantor-kantor Banser di Jawa Tengah.

Saiful Azis mengungkapkan, tindakan terlapor diduga telah memenuhi unsur tindak pidana Pasal 336 KUHP yaitu, perkataan chaos di jalan-jalan tersebut adalah ancaman yang mendatangkan bahaya bagi keamanan umum dari orang atau barang.

Selain itu diduga telah memenuhi unsur penganiayaan berat (Pasal 354) dan ancaman pembakaran (Pasal 187). Dengan kalimat yang pada intinya berbunyi “Terlapor bersama Gempa wilayah Jateng siap melakukan sweeping kepada Banser dan akan membakar kantor-kantor Banser di Jawa Tengah”.

Juga diduga telah memenuhi unsur Pasal 336 KUHP, juga diduga memenuhi unsur Pasal 45 jo 29 UU ITE, karena ancaman ini dilakukan dan ditransmisikan melalui media elektronik berbasis internet yaitu melalui aplikasi whatapps.

Di pasal tersebut, lanjutnya, dijelaskan setiap orang yang mengirimkan informasi elektronik atau dokumen elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi, diancam pidana penjara paling lama 12 tahun atau denda paling banyak Rp 2.000.000.000.

Kemudian juga diduga melanggar Pasal 45 jo 27 ayat (3) UU ITE, yaitu mengandung unsur pencemaran nama baik. Juga diduga melanggar Pasal 45 ayat (2) jo 28 UU ITE yaitu mengandung unsur menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu.

Di akhir wawancara, Taufik menjelaskan, bahwa setelah menerima Pengaduan ini, Direktorat Reskrimsus Polda Jateng akan mempelajari laporan dan bukti-bukti yang masuk, untuk menentukan status Terlapor selanjutnya. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved