Tertopang Data Inflasi, Rupiah Mencatatkan Penguatan Tajam

Rupiah menguat tajam sebesar 0,49 persen ke level Rp 15.203 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.

Tertopang Data Inflasi, Rupiah Mencatatkan Penguatan Tajam
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka inflasi Oktober, rupiah tertopang dalam perdagangannya di awal bulan Kamis (1/11/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka inflasi Oktober, rupiah tertopang dalam perdagangannya di awal bulan Kamis (1/11/2018).

Rupiah menguat tajam sebesar 0,49 persen ke level Rp 15.203 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.

Setali tiga uang, mata uang Garuda juga menguat 0,21 persen menjadi Rp 15.195 per dollar AS dalam data Jakarta Interbank Spot Dollar (JISDOR).

Pasalnya, inflasi bulan lalu terbilang rendah, hanya 0,28 persen month-to-month(mtm).

Secara tahun berjalan atau year-to-date (ytd) sebesar 2,22 persen.

Sedangkan secara tahunan atau year-on-year (yoy) mencapai 3,16 persen.

“Datanya merangkak lebih tinggi dari ekspektasi."

"Kalau meningkat sedikit lagi, peluang Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga juga besar,” ujar Lukman Leong, analis Valbury Asia Futures.

Selain itu faktor besarnya pelemahan pada dolar terhadap mata uang emerging juga memberikan kekuatan pada rupiah.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, dolar masih bergerak mix walaupun data ADP national employment menunjukkan bahwa pembayaran gaji sektor swasta bulan Oktober naik dengan laju tertinggi.

“Datanya meningkat ke 227 ribu dari ekspektasi 187 ribu, ini mengindikasikan data NFP yang dirilis besok juga cenderung meningkat,” kata Joshua.

Namun pergerakkan dolar tersebut tertahan dari peningkatan poundsterling yang meningkat akibat berita positif dari hasil negosisasi Brexit. (Kontan.co.id)

Editor: galih pujo asmoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved