BNNP Jateng Lumpuhkan Penumpang Bus yang Bawa 2,1 Kg Sabu di Terminal Mangkang

Dua pengedar narkotika diringkus BNNP Jateng pada hari Kamis 1 November 2018 lalu

BNNP Jateng Lumpuhkan Penumpang Bus yang Bawa 2,1 Kg Sabu di Terminal Mangkang
Tribunjateng.com/Rival Al-Manaf
Kepala BNNP Jateng (kiri) menunjukan barang bukti 2,1 kilogram sabu dalam jumpa pers di kantor BNNP, Jumat (2/11). 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dua pengedar narkotika diringkus BNNP Jateng pada hari Kamis 1 November 2018 lalu. Satu orang bahkan harus ditembak mati karena mencoba melawan petugas saat diperiksa.

Dari keduanya anggota BNN menyita 2,1 kilogram narkotika jenis sabu. Mereka ialah Ribut Haryanto (20) yang diringkus lebih dahulu di terminal Mangkang, Semarang sekitar pukul 12.00.

Sementara tersangka yang ditembak mati adalah Iman Yoga Prakosa yang ditangkap malam harinya di Bandara Adi Soemarmo Surakarta.

Kepala BNNP Jateng, Brigjend Pol Muhammad Nur menjelaskan keduanya awalnya berangkat ke Jakarta dari Surakarta pada tanggal 31 Oktober pukul 14.30. "Tujuan mereka adalah membawa sabu 2,1 kilo tersebut di Mangga Dua Square, setelah dapat, Ribut diminta pulang terlebih dahulu membawa barang haram itu dengan menaiki bus," terang Muhammad Nur dalam jumpa pers di kantor BNNP Jateng, Jumat (2/10/2018).

Sementara itu Iman Yoga Prakosa atau yang akrab disapa Farhan menyusul menggunakan moda transportasi pesawat udara. Petugas BNN mendapat info Ribut mengendarai bus jurusan Jakarta-Surabaya yang berangkat pukul 21.30.

"Kami kemudian berkoordinasi dengan Dishub Kota Semarang agar memberhentikan bus tesebut yang sampai di Semarang sehari setelahnya. Setelah dihentikan petugas kemudian menggeledah bus tersebut," terang Nur.

Dari penggeledahan itu, anggota menyita tiga plastik berisi sabu dengan berat bruto keseluruhan 2175 gram atau 2.1 kilogram. Satu unit telepon seluler merek Nokia dan satu buah tas warna biru.

"Sewaktu kami lakukan pemeriksaan tersangka Ribut mencoba melarikan diri sehingga terpaksa kami lumpuhkan dengan ditembak di bagian kaki setelah sebelumnya sudah diberi peringatan," bebernya.

Dari penangkapan itu, kemudian didapati rekan Ribut, Farhan akan pulang melalui jalur udara di bandara Surakarta. Anggota BNNP kemudian bergerak dan melakukan penangkapan.

"Tersangka ke dua bukan hanya mencoba kabur, namun mencoba melawan petugas, akibatnya anggota menembak mati tersangka Farhan," jelasnya. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved