Wali Kota Pekalongan Intruksikan Tindak Tegas Warga yang Buang Sampah di Sungai

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan diminta menyiapkan perahu yang digunakan untuk penyisiran sungai.

Wali Kota Pekalongan Intruksikan Tindak Tegas Warga yang Buang Sampah di Sungai
Wali Kota Pekalongan Saelany Mahfudz lakukan dialaog tentang pengawasan sungai di Kantor Kelurahan Krapyak, Jumat (2/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Guna mewujudkan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), Pemkot Pekalongan gelontorkan anggaran Rp 23 miliar.

Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan diminta menyiapkan perahu yang digunakan untuk penyisiran sungai.

Penyisiran sungai dilakukan untuk membersihkan sampah yang mayoritas sampah rumah tangga secara rutin, supaya tercipta sungai yang bersih dari sampah.

Dijelaskan Kepala DLH Kota Pekalongan, Purwanti, pihaknya selama ini sudah menurunkan tim pengawas sungai namun belum bisa bekerja menyisir sungai.

"Sudah dua bulan kami turunkan tim, namun karena kondisi sungai penuh sampah, petugas masih melakukan pembersihan secara bertahap," katanya, Jumat (2/11/2018).

Baca: Inspektorat Kota Pekalongan Pelar Pelatihan Admin Sistem Informasi Manajemen Pengawasan

Purwanti menambahkan, dua tim pengawas sungai sudah bertugas di sepanjang Kali Loji, tetapi masih belum bisa maksimal.

"Kami sampai menambah 14 personil dan membayarnya agar bisa membantu memunguti sampah," jelasnya.

Terpisah, Wali Kota Pekalongan Saelany Mahfudz, mengatakan, kotornya sungai karena kurangnya kesadaran masyarakat, dan masih membuang sampah di bantaran sungai.

"Kami sudah mengamati di beberapa sungai, contohnya Sungai Jlamprang, di sana banyak warga yang membuang sampah ke sungai," tuturnya.

Baca: Link Pengumuman Jadwal dan Lokasi SKD CPNS 2018 Pemkab Pekalongan dan Syarat Mengikuti Tes

Pihaknya menginstruksikan kepada DLH agar menyiapkan dua perahu untuk tim pengawas yang setiap hari menyisir sungai.

"Kalau perlu di sisi kanan kiri sungai ada dua perahu, untuk mengawasi perilaku  masyarakat dan kebersihan sungai. Jika DLH kurang anggaran bisa ajukan ke Pemkot. Selain harus bersih ini prioritas, kalau ada orang lempar atau membuang sampah ke sungai, foto dan lebih akan kami tindak tegas," tegasnya.

Saelany berharap, jika penyisiran sungai dilakukan setiap hari, pihaknya optimistis dalam waktu satu bulan, sungai akan lebih bersih.

"Di Jawa Tengah hanya ada dua kota yang ditunjuk untuk prioritas program penuntasan kota kumuh, yaitu Pekalongan dan Semarang. Hal tersebut adalah amanah dari pemerintah dan wajib dilaksanakan sebaik mungkin," tambahnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved