Warga Ngaliyan Terdampak Pembangunan Jalan Tol Semarang-Batang Tunggu Ganti Rugi Lahan

Total ganti rugi yang diterima atas lahan 4x10 meter dan bangunan rumah dua lantai sebesar Rp 910 juta.

Warga Ngaliyan Terdampak Pembangunan Jalan Tol Semarang-Batang Tunggu Ganti Rugi Lahan
Istimewa
Panitia Pembebasan Tanah (P2T) mendatangi warga dan menyerahkan uang ganti rugi. 

Sutrisno mengaku senang terkena pembebasan lahan jalan tol Semarang-Batang.

Dengan mendapat ganti rugi lahan, ia berharap bisa memiliki kehidupan baru yang lebih baik karena bisa membeli tanah yang lebih luas dan rumah lebih besar.

"Sisa uangnya nanti bisa saya gunakan untuk usaha membuka toko sehingga ada pendapatan. Kemudian dibagi sama anak-anak juga karena mereka juga punya hak atas rumah ini," tuturnya.

Manager Pengendalian Lahan PT Jasamarga, Hadi Susanto menyatakan, proses pembebasan lahan tambahan untuk pembuatan exit jalan tol Semarang-Batang di Semarang meliputi 276 bidang lahan prioritas.

Jumlah tersebut tersebar di empat kelurahan yaitu Kembangarum 29 bidang, Purwoyoso 30 bidang, Tambakaji 114 bidang, dan Wonosari 1 bidang berupa aset milik Pemkot Semarang.

Dari luasan tersebut, katanya, pembebasan baru terbayarkan 102 bidang. Sisanya 174 belum terbebaskan.

Padahal, deadline pembebasan lahan tambahan tersebut berakhir Rabu (31/10/2018) kemarin.

"Harusnya Rabu kemarin sudah selesai. Itu untuk mengejar peresmian operasional tol Semarang-Batang pada akhir 2018 ini," katanya.

Baca: BREAKING NEWS! Kebakaran Truk di Tol Jatingaleh, Isi Kabin Ludes Dilalap Api

Hingga pertengahan Oktober lalu, katanya, total pembangunan jalan tol Semarang-Batang telah mencapai 92,95 persen.

Jika pembebasan lahan tambahan tidak segera terselesaikan, ia khawatir peresmian operasional jalan tol bakal terganggu dan tertunda.

Padahal peresmian akhir 2018 ini sudah molor dari target sebelumnya Oktober lalu.

"Kami berharap BPN yang dalam hal ini sebagai panitia pembebasan tanah (P2T) segera menyelesaikan pembebasan ini. Jika berlarut-larut, maka proses pembangunan bisa terganggu dan peresmian bisa molor lagi," harapnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved