Polisi Pastikan Lansia yang Terjun dari Lantai Tiga Rumah Deret Banjarsari Solo Tewas Bunuh Diri

Polsek Banjarsari Solo telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasilnya, Sugiman dipastikan bunuh diri.

Polisi Pastikan Lansia yang Terjun dari Lantai Tiga Rumah Deret Banjarsari Solo Tewas Bunuh Diri
Tribun jateng/akbar hari mukti
Ganito sedang menunjuk ke arah korban jatuh, Senin (5/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Sugiman (89) warga rumah deret kawasan Keprabon, Banjarsari, Solo, bunuh diri dengan cara terjun dari lantai tiga rumah deret tersebut, Senin (5/11/2018).

Polsek Banjarsari Solo telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasilnya, Sugiman dipastikan bunuh diri.

Kanit Reskrim Polsek Banjarsari Iptu Syarifudin memaparkan, dari hasil olah tkp tak ada tanda-tanda penganiayaan dari kejadian tersebut.

"Dipastikan bunuh diri," katanya.

Baca: Sakit Jantung Tak Kunjung Sembuh, Pria Lansia Ini Nekat Terjun dari Lantai Tiga Rumah Deret

Dari keterangan warga sekitar, korban memang beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri. Tetapi selalu digagalkan anaknya, Sri Sugiyanti (54).

"Dari keterangan, sudah sekitar tiga kali korban melakukan percobaan tersebut. Tapi, digagalkan anaknya. Yang terakhir ini anaknya sedang ada keperluan di dapur," urainya.

Dirinya pun menjelaskan, dari keterangan anaknya, korban memiliki riwayat sakit berkepanjangan. Hal tersebut menguatkan dugaan korban frustasi dan akhirnya memutuskan bunuh diri.

"Sakitnya komplikasi, gagal ginjal, jantung dan prostat," urai dia.

Sebelumnya diberitakan Sugiman warga rumah deret Kusumodingratan, Keprabon, Banjarsari Solo nekat mengakhiri nyawanya sendiri. Ia terjun dari lantai tiga rumah deret tersebut hingga meninggal dunia, Senin siang.

Sri Sugiyanti (54), anak Sugiman mengaku sedih dan terpukul dengan kematian ayahnya.

"Sudah lama mengeluh sakit sesak di dada. Ayah saya kena jantung. Beberapa kali memang mencoba bunuh diri tapi selalu saya gagalkan. Yang terkahir ini saya pas sedang masak," jelasnya terbata-bata.

Sri yang merupakan anak Sugiman satu-satunya yang masih hidup, mengatakan telah mencoba mengobati penyakit tersebut. Tetapi hasilnya nihil.

"Ditambakke tetap tidak mari (diobati tetap tidak sembuh). Dibawa ke orang pintar juga tidak ada gunanya," jelasnya.

Menurutnya Sudiman sudah tidak bekerja sejak lama. Saat masih sehat, pekerjaan sehari-harinya menjadi tukang becak. (Ahm)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved