Breaking News:

Ranjau Aktif Ditemukan di Sungai Lowereng Kebumen, Sempat Dicuci Penambang Sebelum Diserahkan Polisi

Penambang pasir di Kali Lowereng Desa Kelopogodo, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, dikejutkan dengan penemuan ranjau darat

Penulis: khoirul muzaki | Editor: m nur huda
Istimewa
Ranjau aktif yang ditemukan penambang di SungaiLowereng, Kabupaten Kebumen 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG COM, KEBUMEN - Para penambang pasir di Kali Lowereng Desa Kelopogodo, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, dikejutkan dengan penemuan ranjau darat yang diperkirakan sisa perang dunia ke-2 di sungai tersebut.

Ranjau yang ternyata masih aktif itu, ditemukan oleh Fandi saat sedang menambang pasir bersama temannya pada Sabtu (3/11/2018) sekitar pukul 14.30 Wib.

Saat ditemukan, benda aneh itu terbungkus tanah dan pasir di sungai Lowereng. Benda tersebut berbentuk botol warna hijau tua kusam dengan ukuran panjang 15 sentimeter dan diameter 5 sentimeter.

Tentu saja Fandi tak langsung mengetahui benda yang ditemukannya itu merupakan ranjau yang masih aktif.

Dia bersama temannya sesama penambang pasir tak segan mencuci benda misterius itu.

Karena curiga dengan benda itu, mereka memilih melaporkan temuannya ke Polsek Gombong.

Ranjau itu pun akhirnya dimusnahkan oleh polisi, Senin (5/11/2018) siang. Pemusnahan dilakukan oleh Brimob Detasemen Gegana Banyumas bersama dengan Polsek Gombong dan Koramil Gombong.

Pemusnahan dilakukan di persawahan jauh dari pemukiman penduduk, Desa Wonosigro kecamatan Gombong Kebumen siang ini.

Saat dilakukan identifikasi oleh Sat Brimob, benda tersebut diperkirakan adalah ranjau anti tank sisa peninggalan perang dunia kedua.

Petugas mengidentifikasi ranjau aktif yang ditemukan penambang di SungaiLowereng, Kabupaten Kebumen
Petugas mengidentifikasi ranjau aktif yang ditemukan penambang di SungaiLowereng, Kabupaten Kebumen (Istimewa)

Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar mengapresiasi warga yang menemukan ranjau tersebut karena sigap melaporkannya ke polisi. Sehingga, ranjau itu tidak membahayakan masyarakat sekitar.

"Kita apresiasi tindakan warga melaporkan temuannya sehingga tidak membahayakan orang lain. Sekecil apapun, jika curiga, polisi harus dilapori. Nanti akan kita tangani," katanya.

Dalam sejarahnya, menurut dia, di berbagai tempat di Kabupaten Kebumen, adalah tempat pertempuran antara pasukan Republik Indonesia dengan pasukan penjajah.

Jadi, dimungkinkan masih banyak amunisi aktif yang masih terpendam tanah. Karena itu masyarakat diimbau untuk waspada.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved