BRT Trans Semarang Dinilai Perlu Dibuatkan Jalur Khusus

Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang membutuhkan dedicated line atau ada jalur khusus pada layanannya.

BRT Trans Semarang Dinilai Perlu Dibuatkan Jalur Khusus
Tribun Jateng/Reza Gustav
BRT Trans Semarang sedang menaikturunkan penumpang di shelter Pemuda, Semarang, Jawa Tengah, Senin (3/9/2018). 

Pertama, bersenggolan dengan mobil di traffic light depan KFC Pandanaran, 21 Oktober 2018 lalu dan di Jrakah pada 28 Oktober 2018 lalu.

Berdasarkan rilis yang diterima Tribunjateng.com, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sedang menjalin kerjasama dengan Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia terkait desain jalur khusus BRT Trans Semarang.

Rencananya, dedicated line menghubungkan jalur padat di Kota Semarang, yaitu Jrakah-Pedurungan (perempatan Arteri Sukarno Hatta-Fatmawati) dan Jalan Pemuda-Jalan Letjen Suprapto.

Ade mengatakan, bahwa direncanakan pada 2019 mendatang dedicated line dapat diterapkan.

Pihaknya sendiri pun menyambut positif rencana pembangunan dedicated line tersebut.

“Dedicated line merupakan standar pedoman yang harus dimiliki dalam operasional armada. BRT standar merupakan alat bantu praktikal untuk evaluasi koridor yang mengacu kepada implementasi terbaik dengan skala internasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, sistem dapat dikategorikan menjadi Basic BRT jika memenuhi skor minimal 20 poin.

Sementara itu, hasil skor yang dimiliki Trans Semarang adalah 19 poin, sehingga belum dapat dikategorikan sebagai sistem BRT.

“Selama ini Kota Semarang telah memiliki BRT Trans Semarang namun belum bisa dikategorikan dalam system BRT, karena salah satu indikator belum ada, yaitu memiliki jalur khusus. Dengan adanya dedicated line diharapkan kedatangan armada bisa on-time,” pungkasnya. (rez)

Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved