Kurs Rupiah Rp 14.590 per Dolar AS, Ini Sebabnya

Kurs rupiah kembali menguat penguatan pada penutupan perdagangan Rabu (7/11/2017).

Kurs Rupiah Rp 14.590 per Dolar AS, Ini Sebabnya
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Nilai tukar rupiah kembali terpuruk. Kemarin, kurs spot rupiah melemah 0,36 persen menjadi Rp 14.052 per dollar Amerika Serikat (AS). Serupa, kurs tengah rupiah Bank Indonesia terdepresiasi 0,57 persen ke level Rp 14.036 per dollar AS. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kurs rupiah kembali menguat penguatan pada penutupan perdagangan Rabu (7/11/2017).

Di pasar spot, rupiah menguat 1,45 persen ke level Rp 14.590 per dolar AS.

Adapun kurs tengah rupiah di Bank Indonesia menguat 0,85 persen ke level Rp 14.761 per dolar AS.

Ekonom Bank Central Asia, David Sumual menyampaikan, penguatan rupiah tak lepas dari penantian para investor terhadap hasil pemilu sela di AS.

Terdapat indikasi partai Demokrat akan menguasai Kongres berdasarkan hasil pemilu tersebut.

Jika hasil tersebut terwujud, maka akan menjadi kabar yang positif bagi negara-negara emerging market. 

“Donald Trump yang berasal dari partai Republik kerap melakukan kebijakan proteksionisme yang kurang menguntungkan bagi negara berkembang,” ungkapnya.

Selain itu, rupiah juga masih mendapat angin segar berkat data-data ekonomi dalam negeri yang mumpuni.

Salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III yang melebihi konsensus analis sebesar 5,17 persen year on year (yoy).

David menilai, penguatan rupiah masih berpotensi berlanjut pada perdagangan besok.

Namun, hal tersebut sangat bergantung pada hasil pemilu sela AS.

Prediksi David, rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.500-Rp 14.600 per dolar AS pada perdagangan Kamis (8/11/2018) besok. (Kontan.co.id)

Editor: galih pujo asmoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved