Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi Fokus Peningkatan Pajak dari Sektor Produktif

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memproyeksikan pada tahun 2018 pajak dari sektor pariwisata akan masuk menjadi 3 mata pajak sebagai pendapatan

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi Fokus Peningkatan Pajak dari Sektor Produktif
TRIBUN JATENG/M ZAENAL ARIFIN
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, memberikan penghargaan kepada wajib pajak terbesar dalam gebyar pajak daerah di Taman Indonesia Kaya, Jumat (2/11/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memproyeksikan pada tahun 2018 pajak dari sektor pariwisata akan masuk menjadi 3 mata pajak sebagai pendapatan terbesar Pemerintah Kota Semarang.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dalam kegiatan Gebyar Pajak Daerah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Semarang di Taman Indonesia Kaya, Jumat (2/11/2018).

Dalam kesempatan tersebut Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meyakini dengan tren perkembangan sektor pariwisata Kota Semarang yang terus meningkat, pendapat pajak dari sektor produktif seperti pariwisata dapat digenjot.

Sejak dulu hingga tahun 2017, realisasi pajak terbesar yang didapatkan oleh Pemerintah Kota Semarang didominasi oleh Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU).

Tercatat pada tahun 2017, Pemerintah Kota Semarang mendapatkan pendapatan pajak sebesar 416,3 milyar dari BPHTB, 348,3 milyar dari PBB, dan 208,4 milyar dari PPJU.

Hendi mengatakan pada tahun 2018 ini, Pemerintah Kota Semarang memproyeksikan pendapatan pajak dari sektor wisata seperti Hotel, Restoran, dan Hiburan sebesar 246, 8 milyar. Proyeksi tersebut lebih tinggi ketimbang PPJU yang ditarget sebesar 229,7 milyar.

"Ada tren positif peningkatan pajak dari sektor pariwisata yang grafiknya semakin naik, sehingga ini menjadi gambaran bagaiman pengembangan sektor wisata Kota Semarang sudah on the right track", tegas Wali Kota Semarang yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut. "Pada tahun 2011 sektor wisata hanya menyumbang pendapatan pajak sebesar 75,9 milyar saja. kemudian terus meningkat hingga mencapai 205,8 milyar di tahun 2017 lalu," jelasnya.

Adapun Hendi juga menegaskan bahwa bila realisasi pajak pariwisata bisa masuk dalam tiga besar penghasil pajak terbesar Pemerintah Kota Semarang, berarti pendapatan pajak Kota Semarang sudah didominasi oleh sektor produktif dengan adanya BPHTB sebagai penyumbang pajak terbesar.

Hal tersebut ditegaskannya sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Semarang di bawah kepemimpinannya untuk menggenjot pajak dari sektor produktif.

"Konsep pembangunan Kota Semarang har ini adalah bergerak bersama, maka dalam kebijakan pajak juga semangat mengarah agar baik pemerintah dan masyarakat dapat tumbuh bersama," pungkas Hendi.

"Ini juga terlihat bagaimana di tahun 2013 untuk pertama kalinya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Semarang menembus angka 1 triliyun, tepatnya 1,1 triliyun dan terus meningkat sampai 1,8 triliyun di 2017. Peningkatan PAD tersebut berbanding lurus dengan peningkatan investasi di Kota Semarang yang telah mencapai angka 20,5 triliyun dalam satu tahun," tutupnya.(*)

Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved