Temuan Tren Mabuk Menggunakan Air Rebusan Pembalut, Ini Kata Dinsos Kudus

BNNP Jawa Tengah menemukan fenomena baru. Yaitu remaja mengonsumsi air rebusan pembalut untuk mendapatkan efek fly

Temuan Tren Mabuk Menggunakan Air Rebusan Pembalut, Ini Kata Dinsos Kudus
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Baru-baru ini Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menemukan fenomena baru. Yaitu remaja mengonsumsi air rebusan pembalut untuk mendapatkan efek fly.

Dari keterangan BNNP Jawa Tengah, kasus itu ditemui di beberapa daerah. Termasuk di Kudus.

Namun Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Kudus, Lutful Hakim mengatakan, sejauh ini masih belum menemui kasus tersebut.

Apalagi pihaknya sebagai elemen pemerintah yang bertugas mengurus anak jalanan, pun belum menemu kasus tersebut di Kudus.

“Memang sampai saat ini belum ada temuan dari kami. Tapi barangkali ada (remaja yang mengonsumsi air rebusan pembalut),” kata Lutful saat ditemui di kantornya, Kamis (8/11/2018).

Untuk mengetahui secara detail temuan kasus menjijikkan itu, pihaknya akan segera menerjunkan tim internal untuk mencari informasi.

“Sebab, selama kami melakukan razia anak jalanan sangat jarang mereka ditemukan dalam keadaan mabuk,” katanya.

Selebihnya, mereka yang terjaring razia langsung ditempatkan di rumah singgah tanpa ada interogasi mendalam terkait aktivitasnya. Di dalam rumah singgah mereka hanya dilakukan pendataan, untuk kemudian dipulangkan ke rumah mereka masing-masing.

“Kalau anak jalanan asli Kudus, langsung saya kontak ke kepala desanya untuk diambil, tapi ada juga yang dari luar kota, biasanya mereka esok hari langsung pulang setelah terjaring razia,” kata dia.

Temuan kasus mabuk dengan air rebusan pembalut memang cukup aneh baginya. Selama ini, katanya, umumnya yang dilakukan oleh anak jalanan lantaran tidak kuat membeli miras mereka mengonsumsi obat batuk melebihi dosis atau menghirup lem.

“Kalau ini air rebusan pembalut apa ya, apa mungkin ada lem pembalut itu yang bisa membuat efek mabuk,” tutur Lutful. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved