Breaking News:

Pemeriksaan Kasus Tewasnya Tiga Pekerja Bangunan Ditutup, Ini Hasilnya

tiga orang meninggal dan tiga lainnya luka berat di sebuah bangunan hotel di Jalan Singosari Raya Rabu 31 Oktober lalu ditetapkan kecelakaan kerja

Penulis: rival al manaf | Editor: galih permadi
Tribunjateng.com/Rival Al-Manaf
Gedung di Jalan Singosari Raya yang sedang dalam pembangunan. Enam orang terjatuh dalam kecelakaan kerja. 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kecelakaan kerja yang menyebabkan tiga orang meninggal dan tiga lainnya luka berat di sebuah bangunan hotel di Jalan Singosari Raya Rabu 31 Oktober lalu ditetapkan murni sebagai kecelakaan kerja oleh kepolisian.

Pihak Polsek Semarang Selatan telah memeriksa saksi dari pekerja, mandor, operator alat pengangkut bahan bangunan ke lantai atas pemborong hingga pemilik pekerjaan.

"Semua sudah kami periksa, kami mintai keterangan dan memang tidak ada unsur yang memberatkan adanya tindak kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang," terang Kapolsek Semarang Selatan Kompol Dedy Mulyadi kepada Tribun Jateng, Jumat (9/11/2018).

Ia memaparkan alat pengangkut barang bangunan yang ditumpangi enam pekerja memang tidak diperuntukan membawa seseorang.

"Jadi memang benar alatnya itu bukan untuk membawa orang, sudah pada tahu dan saling mengingatkan namun ada yang tetap naik ber enam lagi kan jelas saat menyenggol jatuh," beber Dedy lebih lanjut.

Ia menyebut selain tidak ada unsur-unsud yang memenuhi unsur pidana, pihaj keluarga korban juga sudah menerima kejadian itu murni sebagai kecelakaan kerja.

"Pemborong dan pemilik pekerjaan juga tanggung jawab artinya mereka sudah memberikan santunan kepada keluarga korban baik yang meninggal atau yang sakit," bebernya.

Dengan demikian garis polisi yang semula mengitari lokasi kecelakaan kerja itu kemudian dicabut. Proyek pembangunan hotel bisa kembali berjalan.

Sebelumnya diberitakan bahwa tiga orang pekerja konstruksi bangunan di Jalan Singosari Raya, Kelurahan Wonodri Kota Semarang tewas setelah terjatuh dari lantai lima, Rabu (31/10/2018) malam.

Ketiganya adalah Nasrin (40), warga Dusun Jumo, Kelurahan Jumo, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan. Latifatul Asror (39), warga Nagrog, Pasir Jati, Unung Berung, Kota Bandung, dan Fatkhul Mujib (20) warga Dusun Lukas, Keluraham Kalimargo, Kedungjati, Kabupaten Grobogan.

Mereka terjatuh dari lantai lima setelah menaikkan pasir ke lantai delapan dengan crane. Selain ketiganya ada korban lain yang menjalani perawatan di RSUP dr Kariadi Semarang.

Mereka ialah Muhammad Rifky (22), warga Tagian RT 3 RW4 Desa Jatirogo Kecamatan Bonang Kabupaten Demak.
Sabik (25) dab Hadi Murtado (30) yang juga berasal dari daerah yang sama.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved