Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Rencanakan 'Pati Santun' untuk Mudahkan Santunan Warga Kurang Mampu

Bupati Pati, Haryanto merencanakan di tahun 2019 akan lebih mempermudah bantuan santunan kematian bagi keluarga kurang mampu

Tayang:
ISTIMEWA
Bupati Pati Haryanto menyerahkan santunan kematian tahap ketiga Kabupaten Pati Jawa Tengah, Jumat (9/10/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Dwi Laylatur Rosyidah

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Bupati Pati, Haryanto merencanakan di tahun 2019 akan lebih mempermudah bantuan santunan kematian bagi keluarga kurang mampu di Kabupaten Pati Jawa Tengah.

Hal tersebut dijelaskannya usai penyerahan santuanan kematian dari Dinas Sosial Kabupaten Pati tahap ketiga di ruang Penjawi Setda Pati, Jumat (9/11/2018) kepada sebanyak 224 ahli waris.

"Jadi nanti 2019, kita sederhanakan lagi pakai sistem. Usulan pak kepala tadi ada 'Pati Santun' yang terhubung dengan Smart City untuk kemudahan agar bantuan bisa segera diambil ahli waris," ujarnya.

Hal tersebut sesuai dengan hasil review setiap tahunnya, jika tahun lalu dinilai agak sulit maka dipermudah untuk tahun ini.

Begitu pula dengan tahun yang akan mendatang akan lebih mudah dengan dibuatkan sistem, sehingga manakala perangkat desa tidak respon, maka ahli waris melalui sistem bisa langsung konek.

Dengan adanya kemudahan tersebut, dimaksudkan juga bisa meningkatkan penyerapan dana yang telah dianggarkan.

Kepala Dinas Sosial, Subawi menjelaskan bahwa kegiatan penyerahan santunan kematian ini merupakan tahap ketiga di tahun 2018, setelah sebelumnya tahap pertama ada 184 dan tahap kedua berjumlah 224 keluarga.

Masing-masing ahli waris tersebut nantinya akan menerima santunan sebesar Rp 1 juta yang dapat dicairkan melalui bank yang telah ditunjuk, sehingga total pos yang dianggarkan mencapai Rp 1 M.

"Untuk tahun ini yang dicairkan lebih besar dibandingkan dengan tahun 2017, di mana hanya berkisar Rp 500 juta sekian, berbeda dengan tahun ini yang hingga sekarang sudah lebih dari Rp 700 juta," papar Subawi.

Haryanto menjelaskan bahwa program ini bukan berarti berharap warganya agar meninggal, bahkan kalau bisa tentunya malah berharap agar tetap hidup.

Namun santunan ini menjadi sebuah bentuk kepedulian, belasungkawa dan empati, tegasnya dalam Bahasa Jawa.

"Santunan ini bukan lantas kita harap warga banyak yang meninggal, apalagi dengan nilai yang tidak seberapa ini. Sebaliknya semoga dapat meringankan ahli waris yang ditinggalkan seperti untuk mengurus upacara kematian dan lainnya," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved